Jasa Raharja Perkuat Strategi Keuangan Hadapi Tantangan Bisnis 2027

Ahad, 25 Oktober 2026

PEKANBARU - PT Jasa Raharja memperkuat strategi keuangan dan keberlanjutan bisnis untuk menghadapi tantangan ekonomi pada 2027. Perusahaan menilai pemahaman terhadap prospek ekonomi dan dinamika pasar keuangan menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas keuangan sekaligus memastikan santunan kepada masyarakat tetap dibayarkan tepat waktu.

Langkah tersebut dibahas dalam kegiatan Economic Insights bertema “Review 2025-2026 and Outlook 2027. Strengthening Business Sustainability” di Ballroom Kantor Pusat Jasa Raharja, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Kegiatan berlangsung secara hibrida dan diikuti jajaran komisaris, direksi, serta pimpinan kantor pusat, wilayah, dan cabang.

Direktur Keuangan Jasa Raharja Dwi Ary Purnomo mengatakan, pemahaman terhadap perkembangan ekonomi diperlukan untuk memperkuat perencanaan dan pengambilan keputusan perusahaan. Hal ini berkaitan dengan upaya menjaga penerimaan, memenuhi kewajiban santunan, serta mempertahankan ketahanan keuangan di tengah perubahan kondisi ekonomi.

Menurut Dwi, hasil pembahasan ekonomi perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret dalam pelaksanaan tugas setiap unit kerja. Dengan demikian, strategi perusahaan tidak hanya berorientasi pada kinerja keuangan, tetapi juga mendukung keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.

Forum tersebut menghadirkan Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, yang memaparkan prospek perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Sejumlah tantangan yang disoroti meliputi ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, perubahan kebijakan perdagangan internasional, serta tekanan daya beli masyarakat.

Andry juga menyoroti kondisi kelas menengah dan perkembangan daya beli sebagai faktor yang perlu dicermati dunia usaha. Bagi Jasa Raharja, dinamika tersebut berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang menjadi bagian dari pertimbangan dalam menyusun strategi penerimaan serta pelayanan.

Dwi turut menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara penguatan penerimaan dan pemenuhan kewajiban santunan. Keduanya harus dikelola secara terukur agar perusahaan mampu mempertahankan stabilitas keuangan tanpa mengabaikan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pengelolaan keuangan, Jasa Raharja menerapkan prinsip kehati-hatian melalui peningkatan efektivitas penerimaan, penguatan manajemen risiko, serta pengelolaan investasi yang cermat. Pendekatan tersebut diperlukan untuk menjaga kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya di tengah perubahan kondisi ekonomi dan pasar keuangan.

Melalui forum ini, Jasa Raharja berharap seluruh jajaran memiliki pemahaman yang selaras dalam menghadapi tantangan bisnis 2027. Hasil pembahasan diharapkan menjadi dasar penguatan strategi, perencanaan keuangan, dan tata kelola perusahaan demi menjaga keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.