
Penumpang penerbangan SV816 rute Jeddah-Jakarta dibuat cemas setelah menerima notifikasi darurat yang memperingatkan adanya ancaman serangan udara. Ketegangan itu dirasakan dalam perjalanan pulang umrah, terlebih setelah sehari sebelumnya penumpang juga menerima peringatan serupa.
Pengalaman tersebut dibagikan pemilik akun media sosial titha1102. Dalam unggahannya, ia menceritakan situasi menegangkan saat hendak kembali ke Indonesia. Penumpang disebut sudah duduk di kursi masing-masing dengan sabuk pengaman terpasang ketika pesawat bersiap lepas landas pada Minggu pukul 17.35 waktu setempat.
Kecemasan semakin terasa karena sehari sebelumnya ia telah menerima notifikasi darurat melalui telepon genggam. Pesan tersebut memperingatkan adanya ancaman serangan udara dan meminta penerima untuk segera mencari tempat aman.
“Area ini berada di bawah ancaman serangan udara yang berbahaya. Harap tetap tenang, tetap berada di dalam ruangan atau di tempat yang aman jauh dari jendela dan pintu, dan ikuti instruksi dari Pertahanan Sipil,” demikian bunyi notifikasi tersebut.
Peringatan itu membuat pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan. Situasi tersebut menambah ketegangan saat menjalani perjalanan pulang, meski ia berusaha tetap tenang.
Dalam unggahannya, ia menggambarkan pengalaman tersebut sebagai momen yang membuat jantung berdebar. Ungkapan “qadarullah” disampaikannya untuk menggambarkan pengalaman tak terduga yang dialami selama perjalanan.
Penerbangan SV816 itu akhirnya mendarat di Jakarta pada Senin pagi. Kedatangan tersebut mengakhiri perjalanan yang diwarnai kecemasan akibat peringatan darurat yang diterima sebelumnya.