Kanal

Pelabuhan Penumpang Dumai Jadi Kawasan Non Tunai, QRIS Antarnegara Perkuat Konektivitas Indonesia-Malaysia

Pekanbaru - Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kota Dumai, PT Pelindo Regional I Dumai, PT Pelabuhan Dumai Berseri, perbankan, dan pelaku usaha resmi meluncurkan Pelabuhan Penumpang Dumai sebagai Kawasan Non Tunai. Langkah ini memperkuat ekosistem pembayaran digital di salah satu pintu gerbang utama Indonesia yang terhubung langsung dengan Malaysia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Panji Achmad mengatakan, digitalisasi pembayaran di Pelabuhan Dumai merupakan upaya mempercepat transformasi layanan publik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan UMKM.

Peluncuran kawasan non tunai tersebut mencakup pembayaran digital untuk gate pass kendaraan, biaya masuk terminal penumpang, hingga pembelian tiket ferry internasional menggunakan QRIS Antarnegara.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menegaskan implementasi pembayaran non tunai merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital di daerah.

"Melalui pembayaran non tunai pada gate pass penumpang dan kendaraan serta tiket ferry internasional berbasis QRIS Antarnegara, inisiatif ini diharapkan menjadi momentum memperluas akseptasi pembayaran digital dan memperkuat peran Dumai sebagai gerbang konektivitas ekonomi Indonesia-Malaysia," ujarnya.

Pelabuhan Penumpang Dumai memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara. Pada 2025, sebanyak 15.177 wisatawan asing masuk melalui pelabuhan tersebut atau tumbuh 11,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 87 persen di antaranya berasal dari Malaysia melalui rute Dumai-Melaka, Dumai-Port Dickson, dan Dumai-Muar.

Sejalan dengan itu, transaksi QRIS Antarnegara di Provinsi Riau juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga Caturwulan I 2026, nilai transaksi mencapai Rp18,64 miliar, melonjak 202 persen secara tahunan, dengan transaksi inbound dari Malaysia menjadi penyumbang terbesar.

Secara nasional, hingga Mei 2026, transaksi QRIS telah menembus 10,18 miliar transaksi, digunakan oleh 64,34 juta pengguna dan 46,60 juta merchant, di mana 93,2 persen merupakan pelaku UMKM.

Sementara di Provinsi Riau, QRIS telah dimanfaatkan oleh lebih dari 1 juta merchant dan 1,2 juta pengguna, dengan total 64,9 juta transaksi hingga Mei 2026.

Pelabuhan Penumpang Dumai diharapkan dapat menjadi model kawasan layanan publik non tunai yang nantinya direplikasi di berbagai titik strategis lainnya di Provinsi Riau, sekaligus memperkuat posisi Riau sebagai simpul sistem pembayaran digital lintas negara yang modern, inklusif, dan berdaya saing.

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER