PT Bundamedik Tbk (BMHS) terus memperkuat posisinya sebagai pelopor layanan bedah robotik di Indonesia. Tidak hanya berinvestasi pada teknologi, perusahaan juga mulai membangun fondasi pengembangan sumber daya manusia dan transfer pengetahuan guna mendukung transformasi industri kesehatan nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan kompetensi tenaga medis, riset, inovasi, serta perluasan akses layanan kesehatan. BMHS menilai keberlanjutan industri kesehatan tidak hanya bergantung pada investasi alat berteknologi tinggi, tetapi juga pada kesiapan tenaga medis yang mampu mengoperasikan dan mengembangkan layanan tersebut.
"Melalui pengembangan kompetensi tenaga medis, riset, inovasi, dan perluasan akses layanan, kami ingin memastikan pengalaman dan keahlian yang kami bangun selama lebih dari satu dekade dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing industri kesehatan nasional," demikian pernyataan manajemen BMHS.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, BMHS turut mendukung peluncuran Buku Ajar Bedah Robotik Ginekologi. Buku yang disusun berdasarkan pengalaman klinis serta kasus nyata yang ditangani tim dokter bedah robotik itu diharapkan menjadi referensi bagi tenaga medis Indonesia dalam mengembangkan kompetensi sekaligus menyusun standar praktik bedah robotik yang sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan nasional.
Langkah ini dinilai menjadi bagian dari investasi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem bedah robotik di Indonesia. Selain meningkatkan kualitas layanan kesehatan, penguatan kompetensi tenaga medis juga diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi medis modern dan meningkatkan daya saing sektor kesehatan nasional.
Dr dr Ivan Rizal Sini, dokter bedah robotik pertama di Indonesia sekaligus anggota tim penulis Buku Ajar Bedah Robotik Ginekologi, menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
"Kemajuan bedah robotik tidak cukup hanya ditopang oleh teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana pengalaman klinis, ilmu pengetahuan, dan praktik terbaik dapat terus dibagikan agar semakin banyak dokter Indonesia memiliki kompetensi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kami berharap buku ini menjadi salah satu kontribusi BMHS dalam memperkuat kapasitas tenaga medis sekaligus mendorong perkembangan ilmu bedah robotik di Indonesia," ujarnya.
Melalui penguatan riset, pendidikan, dan inovasi, BMHS menargetkan terciptanya ekosistem layanan bedah robotik yang berkelanjutan. Strategi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan industri kesehatan berbasis teknologi tinggi di Indonesia.