PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan pentingnya pembinaan mental dan akhlak aparatur sipil negara (ASN) melalui penguatan nilai-nilai Al-Qur’an.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Lomba Tahfidz Juz 30 antar-ASN dan Non-ASN se-Kota Pekanbaru.
Agung mengatakan, lomba tahfidz tidak boleh dipandang sebatas kompetisi menghafal Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi bagian dari upaya membentuk karakter dan memperkuat integritas aparatur sebagai pelayan masyarakat.
“Al-Qur’an tidak hanya dihafalkan di bibir, tetapi harus meresap ke dalam hati dan tercermin dalam akhlak serta keikhlasan kita saat memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Agung.
Menurutnya, aparatur yang memiliki mental dan akhlak yang baik akan lebih mampu menjalankan tugas secara amanah, disiplin, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai keagamaan, kata dia, perlu hadir dalam perilaku ASN maupun Non-ASN dalam menjalankan pelayanan publik sehari-hari.
Agung juga mengapresiasi para peserta yang tetap menjaga hafalan Al-Qur’an di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi memberi dampak nyata terhadap pembentukan karakter aparatur Pemko Pekanbaru.
“Semoga lantunan ayat-ayat suci ini membawa keberkahan, ketenangan, dan kedamaian bagi Kota Pekanbaru,” katanya.