PEKANBARU - Seluruh jajaran aparatur Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersatu dalam ikhtiar batin dengan melaksanakan Salat Istisqa untuk memohon ketersediaan air, hujan rahmat, serta keselamatan bagi para petugas yang tengah berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Aparatur Pemko Pekanbaru bersama-sama meluruskan saf, menundukkan hati, dan memohon kepada Allah SWT agar memberikan hujan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air, membasahi lahan yang kering, serta membersihkan udara dari asap.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan, doa bersama itu menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah menghadapi musim kemarau dan ancaman karhutla yang berdampak terhadap kualitas udara serta aktivitas masyarakat.
“Meluruskan saf, menundukkan hati, dan melangitkan doa bersama. Kita memohon ketersediaan air, hujan yang membawa rahmat, serta keselamatan bagi para petugas yang sedang berjuang memadamkan api,” kata Agung.
Menurutnya, perjuangan menghadapi karhutla tidak hanya membutuhkan penanganan di lapangan, tetapi juga ikhtiar batin. Karena itu, jajaran Pemko Pekanbaru bersama-sama memohon pertolongan Allah SWT agar kondisi kemarau segera berakhir.
Agung juga meminta agar doa tidak hanya ditujukan untuk Pekanbaru, tetapi juga wilayah lain yang terdampak kekeringan dan karhutla.
“Kita memohon agar hujan segera turun menyirami kota tercinta dan daerah-daerah saudara kita yang terdampak. Semoga Allah SWT memberikan keselamatan dan kekuatan kepada seluruh petugas yang berada di garis depan penanganan karhutla,” ujarnya.
Ia berharap hujan yang turun nantinya dapat membantu mengatasi kekeringan, menjaga ketersediaan air, menekan titik api, sekaligus memulihkan kualitas udara.
“Kita serahkan seluruh ikhtiar ini kepada Allah SWT. Semoga doa dan ketulusan niat kita dikabulkan," tutup Agung.