PEKANBARU - Semangat kemerdekaan tidak cukup dirayakan melalui upacara dan berbagai kegiatan Agustus. Di jalan raya, semangat itu diwujudkan dengan disiplin berlalu lintas dan memastikan keselamatan hingga tiba di tujuan.
Memasuki momentum kemerdekaan, PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda), main dealer sepeda motor Honda di Riau, kembali mengampanyekan keselamatan berkendara melalui gerakan #Cari_Aman.
Instruktur Safety Riding Honda Capella Honda Rama Dhandyano mengatakan, keselamatan harus menjadi prioritas setiap pengendara sepeda motor. Perlengkapan berkendara, menurut dia, merupakan perlindungan pertama ketika risiko kecelakaan terjadi.
“Perlengkapan berkendara lengkap merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri dan orang-orang yang menunggu di rumah,” kata Rama.
Ia mengingatkan pengendara untuk selalu mengenakan helm berstandar SNI, jaket, celana panjang, sarung tangan, dan sepatu. Perlengkapan tersebut bukan semata-mata untuk memenuhi aturan, melainkan sebagai pelindung tubuh dari risiko cedera.
Selain perlengkapan, disiplin di jalan menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan. Pengendara diminta mematuhi rambu, lampu lalu lintas, marka jalan, serta batas kecepatan dan menghormati hak pengguna jalan lainnya.
Rama juga mengingatkan pengendara menerapkan metode 4T ketika menyeberang atau melintas di persimpangan, yakni tunggu sejenak, tengok kiri, tengok kanan, kemudian tengok kiri lagi sebelum melanjutkan perjalanan.
“Jangan terburu-buru ketika berada di persimpangan. Pastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas,” ujarnya.
Pengendara juga diminta tidak menggunakan trotoar untuk melintas. Trotoar merupakan ruang yang diperuntukkan bagi pejalan kaki dan harus dihormati sebagai bagian dari keselamatan bersama di jalan raya.
Manager Sales dan Safety Riding Capella Honda Riau Jonny Winata mengatakan kampanye #Cari_Aman menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berkendara.
Menurutnya, keselamatan berlalu lintas membutuhkan kesadaran setiap pengguna jalan, bukan hanya mengandalkan penegakan aturan.
“Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami terus mengajak pengendara untuk membangun kebiasaan berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab,” kata Jonny.
Ia menegaskan, momentum kemerdekaan dapat menjadi pengingat bahwa kebebasan di jalan raya tetap memiliki batas. Setiap pengendara memiliki kewajiban menjaga keselamatan diri sekaligus pengguna jalan lainnya.
“Semangat kemerdekaan harus diwujudkan dengan menjadi pengguna jalan yang disiplin dan bertanggung jawab. Sampai di tujuan dengan selamat adalah bagian penting dari perjalanan,” ujarnya.