PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru mulai membaik pada Senin (31/8/2026) pagi setelah beberapa hari sebelumnya diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data BMKG, konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di Pekanbaru pada pukul 07.00 WIB tercatat 19,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut menempatkan kualitas udara dalam kategori sedang.
Laporan IQAir pada pukul 08.00 WIB juga menunjukkan kondisi serupa. Indeks kualitas udara (AQI? US) Pekanbaru berada di angka 77, kategori sedang, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 23,2 µg/m³.
Perbaikan kualitas udara ini terjadi setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur Pekanbaru dan sejumlah wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan turut membantu menekan konsentrasi partikel polutan di udara.
Meski kondisi mulai membaik, masyarakat diminta tetap waspada. Kualitas udara dapat kembali menurun bergantung pada kondisi cuaca serta perkembangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau.
Pemerintah dan masyarakat juga perlu tetap mengantisipasi potensi munculnya titik api baru, terutama saat kondisi cuaca kembali panas dan kering.