PEKANBARU - Kualitas udara Kota Pekanbaru kembali berada pada level tidak sehat Jumat (4/9/2026) pagi. Dua pemantauan menunjukkan tingginya konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang berisiko mengganggu kesehatan masyarakat.
Data IQAir pada pukul 07.00 WIB mencatat indeks kualitas udara (AQI) mencapai 185 atau kategori tidak sehat. Polutan utama adalah PM2.5 dengan konsentrasi 104,4 mikrogram per meter kubik.
Kondisi serupa tercatat dalam pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pada pukul 06.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru mencapai 135,1 µg/m³, juga masuk kategori tidak sehat.
Kondisi ini kembali menempatkan warga Pekanbaru dalam paparan udara yang perlu diwaspadai, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan. Aktivitas di luar ruangan juga perlu diperhatikan ketika konsentrasi partikel halus meningkat.
Kembalinya kualitas udara ke level tidak sehat menunjukkan persoalan polusi udara di Pekanbaru belum sepenuhnya mereda.
Setelah beberapa hari sempat membaik, peningkatan PM2.5 kembali menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat di tengah ancaman asap serta aktivitas pembakaran lahan yang masih menjadi perhatian di Riau.
Pemantauan kualitas udara secara berkala menjadi penting agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas, sementara penanganan sumber polusi harus dilakukan secara serius dan tidak berhenti pada imbauan.