Kanal

Udara Pekanbaru Tidak Sehat Sekolah Tetap Tatap Muka, Orang Tua Resah

PEKANBARU - Kualitas udara Kota Pekanbaru kembali masuk kategori tidak sehat pada Jumat (4/9/2026) pagi. Namun, aktivitas belajar mengajar jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP tetap berlangsung secara tatap muka karena Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru belum mengeluarkan edaran pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Data IQAir pada pukul 07.00 WIB mencatat AQI 185 atau kategori tidak sehat, dengan polutan utama PM2.5 mencapai 104,4 mikrogram per meter kubik. Pemantauan BMKG pada pukul 06.00 WIB bahkan mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 135,1 µg/m³, yang juga berada pada kategori tidak sehat.

Situasi tersebut memicu keresahan di kalangan orang tua siswa. Sejumlah warga mengeluhkan kondisi kesehatan anak mereka di media sosial. Ada yang menyebut anak mulai mengalami sakit tenggorokan hingga demam.

“Anak saya juga sudah demam, kenapa sampai sekarang belum ada edaran dari pemerintah?” tulis salah seorang orang tua di media sosial.

Keresahan semakin besar karena kondisi udara memburuk ketika anak-anak tetap harus berangkat ke sekolah dan beraktivitas di luar ruangan.

Di sisi lain, kebijakan untuk tetap menggelar pembelajaran tatap muka membuat persoalan lain ikut disorot, yakni keberlanjutan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Sebagian orang tua mempertanyakan apakah sekolah diliburkan, distribusi MBG juga akan terhenti.

“Kalau sekolah libur, MBG nggak jalan,” ujar orang tua lainnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal memastikan hingga Jumat pagi belum ada surat edaran yang menetapkan PJJ.

“Tidak ada edaran,” kata Abdul Jamal.

Dengan kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar PAUD/TK, SD, dan SMP tetap berjalan seperti biasa, demikian pula pelaksanaan program MBG di sekolah.

Situasi ini menempatkan pemerintah pada posisi yang disorot publik. Di satu sisi, data pemantauan udara dari IQAir dan BMKG sama-sama menunjukkan kategori tidak sehat. Di sisi lain, kegiatan sekolah tetap berjalan tanpa perubahan kebijakan.

Persoalannya bukan semata soal sekolah libur atau tetap masuk. Yang menjadi perhatian orang tua adalah apakah paparan udara dengan konsentrasi PM2.5 tinggi aman bagi anak-anak yang harus beraktivitas di sekolah.

Kembalinya kualitas udara Pekanbaru ke level tidak sehat juga menunjukkan bahwa perbaikan udara dalam beberapa hari terakhir belum benar-benar menyelesaikan persoalan.

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER