PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang dipantau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencapai 102,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Selasa (8/9/2026) pukul 06.00 WIB.
Angka tersebut menempatkan kualitas udara Pekanbaru dalam kategori tidak sehat.
Data itu menunjukkan konsentrasi partikel halus di udara kembali berada pada level yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan.
Pantauan berbeda juga menunjukkan kondisi serupa. Platform pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 07.00 WIB mencatat AQI? US sebesar 170, yang juga masuk kategori tidak sehat.
Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi 82,4 µg/m³.
Perbedaan angka antara BMKG dan IQAir dipengaruhi metode, lokasi, serta sumber pemantauan yang digunakan. Namun, keduanya menunjukkan satu gambaran yang sama: kualitas udara Pekanbaru pada pagi hari ini berada dalam kondisi tidak sehat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah persoalan kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi ancaman di Riau.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. Bagi kelompok rentan, paparan PM2.5 perlu mendapat perhatian lebih.