PEKANBARU - Ada yang berbeda saat Walikota Pekanbaru Agung Nugroho berdiri di halaman SMPN 22 Pekanbaru. Jika dulu ia berada di tempat itu sebagai siswa, kini ia kembali sebagai pembina upacara.
Agung mengaku momen tersebut terasa seperti pulang ke rumah sendiri. SMPN 22 Pekanbaru bukan sekadar sekolah yang ia kunjungi, melainkan bagian dari perjalanan hidupnya sebagai seorang alumni.
Kehadiran Agung sekaligus menandai kembalinya aktivitas belajar tatap muka setelah beberapa hari siswa mengikuti pembelajaran daring akibat kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru.
Di hadapan para siswa, Agung tidak hanya berbicara soal sekolah. Ia mengajak anak-anak berani bermimpi dan tidak membatasi cita-cita.
“Jangan pernah takut bermimpi. Saya juga pernah bermimpi dari halaman sekolah ini,” kata Agung.
Ia kemudian memberikan pesan yang lebih personal kepada para siswa.
Menurut Agung, keberhasilannya menjadi Walikota Pekanbaru berawal dari tempat yang sama. Karena itu, ia meminta para siswa SMPN 22 tidak sekadar mengikuti jejak para alumninya, tetapi mampu meraih prestasi yang jauh lebih besar.
“Kalau alumninya bisa menjadi Walikota, kalian harus bisa jauh lebih hebat lagi,” ujarnya.
Bagi Agung, kembalinya ke SMPN 22 bukan sekadar agenda pemerintahan. Ada memori masa sekolah yang kembali hidup, sekaligus pesan bahwa cita-cita besar dapat tumbuh dari halaman sekolah sederhana.