PEKANBARU - Kualitas udara di Pekanbaru kembali masuk kategori tidak sehat, Senin (14/9/2026) pagi. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 masih tinggi berdasarkan pemantauan dua sumber berbeda.
Data BMKG pada pukul 09.00 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 87,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan masuk kategori tidak sehat.
Sementara pemantauan IQAir pada pukul 10.00 WIB menunjukkan AQI 180 atau kategori tidak sehat. Konsentrasi polutan utama PM2.5 tercatat lebih tinggi, yakni 97,1 µg/m³.
Angka tersebut menunjukkan udara Pekanbaru masih belum sepenuhnya pulih setelah sebelumnya sempat membaik akibat hujan.
Kondisi ini menjadi perhatian terutama bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan. Aktivitas di luar ruangan juga perlu dibatasi ketika kualitas udara memburuk.
Perbedaan angka antara BMKG dan IQAir tidak mengubah satu hal. keduanya sama-sama menunjukkan kualitas udara Pekanbaru berada dalam kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perbaikan kualitas udara beberapa hari sebelumnya belum berarti persoalan asap dan partikulat di Pekanbaru benar-benar berakhir.