PEKANBARU - Kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru berdampak langsung terhadap kesehatan warga. Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar menyebut kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat hingga dua kali lipat sejak kabut asap melanda.
“Biasanya sekitar 150 pasien per hari di seluruh puskesmas. Sekarang rata-rata sudah mencapai 400 pasien yang berkaitan dengan saluran pernapasan,” kata Markarius, Senin (14/9/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan kabut asap bukan sekadar persoalan kualitas udara, tetapi telah menjadi ancaman kesehatan masyarakat.
Markarius menjelaskan, asap yang masuk ke Pekanbaru dipengaruhi arah angin dari wilayah selatan. Kondisinya bersifat fluktuatif, tergantung keberadaan titik api dan kondisi cuaca.
“Kalau hujan, mungkin dua hari udara bisa bersih. Tapi kalau lama tidak hujan, asap dan debu semakin banyak,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar, warga diminta menggunakan masker.
Markarius mengaku juga menerapkan langkah serupa. Masker selalu disiapkan di kendaraannya dan digunakan ketika harus menghadiri kegiatan di ruang terbuka.
Menurutnya, penanganan kabut asap merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah memiliki kewajiban menangani kebakaran, sementara masyarakat juga harus ikut mencegah aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Persoalannya, kata Markarius, sebagian asap yang masuk ke Pekanbaru berasal dari titik api di wilayah lain sehingga penanganannya tidak hanya bergantung pada pemerintah kota.
“Titik api di provinsi lain maupun kabupaten lain, arahnya mengarah ke Pekanbaru,” katanya.
Markarius berharap hujan dengan curah yang cukup segera turun sehingga kualitas udara kembali membaik.
Ia juga membuka kemungkinan kembali menggelar Salat Istisqa sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi bencana kabut asap.
Sebelumnya, Salat Istisqa digelar di Pekanbaru sebagai ikhtiar meminta hujan. Markarius mengatakan upaya menghadapi bencana tidak hanya dilakukan melalui langkah teknis, tetapi juga melalui doa dan dukungan masyarakat.
“Kita berikhtiar, ada usaha dan doa. Kita berharap dukungan masyarakat agar kondisi ini segera selesai,” ujarnya.