Kanal

Kabut Asap Kembali Kepung Pekanbaru, Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

PEKANBARU - Kabut asap belum sepenuhnya pergi dari Kota Pekanbaru. Pada Senin (5/10/2026) pagi, kualitas udara kembali masuk kategori tidak sehat, menambah panjang persoalan polusi yang membayangi warga.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 08.00 WIB mencatat konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 mencapai 88,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Kondisi serupa terpantau melalui IQAir. Pada pukul 09.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru berada di angka 152, yang masuk kategori tidak sehat. PM2.5 tercatat sebagai polutan utama dengan konsentrasi 56,5 µg/m³.

Angka tersebut menunjukkan persoalan kualitas udara di Pekanbaru belum benar-benar mereda. Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah membuat warga kembali dihadapkan pada risiko paparan polutan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan menjadi pihak yang paling perlu mendapat perhatian ketika kualitas udara memburuk.

Kondisi ini juga menjadi persoalan serius bagi aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar di sekolah. Ketika udara kembali berada pada kategori tidak sehat, ruang publik dan aktivitas luar ruangan kembali berada dalam tekanan.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Buruknya kualitas udara pada Senin pagi menjadi pengingat bahwa persoalan kabut asap di Pekanbaru belum selesai. Angka PM2.5 kembali naik ke level yang tidak sehat, sementara warga masih harus menghirup udara yang kualitasnya jauh dari kondisi ideal.(novi)

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER