PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho mengingatkan kelompok tani agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), memperburuk kualitas udara, serta mengancam kesehatan masyarakat.
Peringatan itu disampaikan Agung saat turun langsung ke lahan untuk ikut menanam jagung pipil sekaligus menyerahkan bantuan kepada kelompok tani se-Kota Pekanbaru.
Di tengah upaya mendorong produktivitas pertanian, Agung meminta petani mengutamakan cara pembukaan lahan yang aman dan ramah lingkungan. Ia mempersilakan kelompok tani yang ingin memperluas lahan berkoordinasi dengan dinas terkait atau pemerintah berwenang agar memperoleh pendampingan dan solusi yang tepat.
“Bagi kelompok tani yang ingin memperluas lahan, silakan hubungi dinas atau pemerintah berwenang. Pemko Pekanbaru siap memberikan pendampingan dan solusi yang aman serta ramah lingkungan,” pesannya.
Menurut Agung, dukungan terhadap sektor pertanian tidak cukup hanya melalui bantuan, tetapi juga perlu disertai pendampingan agar petani dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan tanpa mengorbankan lingkungan.
Penyerahan bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat kelompok tani dalam mengembangkan budidaya jagung pipil dan mendorong kemajuan sektor pertanian di Pekanbaru.
Agung berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.