• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Edukasi
  • Olahraga
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • More
    • Otomotif
    • Daerah
    • Nasional
    • Politik
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Olahraga
  • Edukasi
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Edukasi

Museum Bank Indonesia Tak Sekadar Simpan Sejarah Mata Uang

Redaksi

Kamis, 24 September 2026 | 15:50:00 WIB
Cetak
Museum Bank Indonesia Tak Sekadar Simpan Sejarah Mata Uang
Tampak sejumlah pelajar mengunjungi Museum Bank Indonesia, Kamis (24/9/2026).

Jakarta - Museum Bank Indonesia tidak ingin sekadar menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah. Museum yang berada di bawah Departemen Komunikasi Bank Indonesia itu dikembangkan sebagai ruang edukasi, pertukaran gagasan, sekaligus jembatan untuk mengenalkan sejarah moneter Indonesia kepada masyarakat.

Kepala Museum Bank Indonesia Rio Wardhanu mengatakan, museum memiliki fungsi penting dalam menyampaikan pengetahuan mengenai perjalanan mata uang dan sejarah perekonomian Indonesia.

“Bagaimana menyampaikan secara kebangsaan mengenai desain arsitektural dan koleksi numismatik, serta bagaimana mata uang itu pernah beredar di wilayah Nusantara,” ujar Rio dalam kegiatan media gathering bersama perwakilan wartawan dari Riau.

Menurut dia, akses terhadap museum juga diupayakan tetap terbuka bagi masyarakat luas. Untuk rombongan, kunjungan dapat difasilitasi museum. Sementara kunjungan perseorangan pada hari operasional juga dapat dilakukan dengan biaya tertentu yang relatif terjangkau, terutama untuk mendukung kebutuhan tenaga pelayanan.

Rio menegaskan, biaya tersebut bukan semata-mata untuk membatasi akses masyarakat, melainkan bagian dari pengelolaan layanan agar museum tetap mampu memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada pengunjung.

Lebih jauh, Museum Bank Indonesia juga menjadi bagian dari komunitas museum moneter internasional. Keanggotaan tersebut mempertemukan museum-museum dari berbagai negara yang memiliki perhatian terhadap sejarah uang, sistem moneter, dan perkembangan ekonomi.

Karena itu, konsep museum menurut Rio kini tidak lagi berhenti pada fungsi konvensional sebagai tempat menyimpan dan memamerkan koleksi.

“Museum konsepnya tidak lagi hanya sebagai tempat untuk barang-barang itu, tetapi menjadi melting pot, tempat kita bisa menyatukan gagasan dan membicarakan hal-hal baru,” katanya.

Konsep tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, termasuk pameran temporer yang digelar secara berkala. Pameran itu mengangkat tema-tema tertentu yang dinilai relevan dengan perkembangan masyarakat dan ekonomi.

Museum Bank Indonesia, kata Rio, setidaknya menggelar pameran temporer dua kali dalam setahun. Tema yang diangkat tidak selalu berkaitan langsung dengan sejarah mata uang, tetapi dapat berkembang pada isu ekonomi dan sosial yang lebih luas.

Salah satu kegiatan yang pernah digelar mengangkat isu keberlanjutan ekonomi. Kegiatan semacam itu menjadi ruang bagi museum untuk mempertemukan masyarakat, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar perspektif.

“Kalau biasanya sejarah yang diberikan, kami juga memberikan kesempatan museum sebagai wadah untuk saling berkumpul dan mendiskusikan hal-hal baru,” ujar Rio.

Dalam kesempatan tersebut, Rio menyambut kehadiran perwakilan media dari Riau dalam kegiatan media gathering. Ia berharap hubungan museum dengan media tidak hanya menghasilkan pemberitaan mengenai kebijakan dan ekonomi Bank Indonesia, tetapi juga memperluas pemahaman publik terhadap peran bank sentral dari perspektif budaya dan sejarah.

Menurut dia, sejarah moneter merupakan bagian dari perjalanan bangsa yang penting untuk terus dirawat dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

“Teman-teman wartawan menjadi mitra kami bagi Indonesia. Pemberitaan tidak hanya bicara mengenai ekonominya, tetapi juga melihat bank sentral dari sisi budayanya, bagaimana kita merawat kesejahteraan,” katanya.

Ia berharap museum dapat terus menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat untuk belajar, berdiskusi, dan memahami perjalanan ekonomi Indonesia melalui jejak sejarah yang tersimpan di dalamnya.


 Editor : Novri

[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Edukasi

Museum BI, Jejak Panjang Sejarah Perdagangan dan Perbankan di Batavia

Jumat, 25 September 2026 - 19:56:52 WIB

Jakarta - Dibalik kemegahan bangunan Museum Bank Indonesia (BI) tersimpan jejak panjang sejarah J.

Edukasi

Walikota Pekanbaru Dorong Akses Kesehatan Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 - 15:07:29 WIB

PEKANBARU - Walikota Pekanbaru mendorong akses layanan kesehatan di Kota Pekanbaru terus ditingka.

Edukasi

Dari Hadiah hingga Akun Diblokir, Begini Cara Penipu Jebak Korban

Jumat, 25 September 2026 - 14:30:00 WIB

Jakarta - Modus penipuan digital kini tidak selalu mengandalkan pembobolan sistem. Pelaku justru .

Edukasi

Capella Honda Beberkan Tips Aman Lawan Kantuk, Cegah Microsleep di Jalan

Jumat, 25 September 2026 - 12:44:00 WIB

Pekanbaru - Rasa kantuk yang datang tiba-tiba saat berkendara menjadi salah satu ancaman serius b.

Edukasi

Jam Antik Jadi Saksi Sejarah, Simbol Komoditas Hindia Belanda Terpahat di Museum BI

Jumat, 25 September 2026 - 08:40:00 WIB

Jakarta - Sebuah jam antik menjadi salah satu benda bersejarah yang menyimpan cerita panjang perj.

Edukasi

Ledakan Informasi Digital Tak Gantikan Peran Media Massa

Kamis, 24 September 2026 - 20:17:26 WIB

Jakarta - Ditengah derasnya arus informasi di media sosial, media massa dinilai tetap memiliki pe.

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Museum BI, Jejak Panjang Sejarah Perdagangan dan Perbankan di Batavia
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Cek SDN 62 dan SDN 84, Revitalisasi Butuh Rp1,2 Miliar
25 September 2026
Gestur Julur Lidah Terekam saat Massa Hari Tani Sampaikan Aspirasi di Bengkulu
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Dorong Akses Kesehatan Naik Kelas
25 September 2026
Dari Hadiah hingga Akun Diblokir, Begini Cara Penipu Jebak Korban
25 September 2026
Capella Honda Beberkan Tips Aman Lawan Kantuk, Cegah Microsleep di Jalan
25 September 2026
Jalan RW 04 Cinta Raja Diaspal, Pemko Pekanbaru Bidik Penguatan UMKM
25 September 2026
Sosialisasi LKPM Dorong Investasi dan Kemudahan Berusaha di Pekanbaru
25 September 2026
Agung Nugroho Perketat Koordinasi Camat, Keluhan Warga Diminta Cepat Ditangani
25 September 2026
Jam Antik Jadi Saksi Sejarah, Simbol Komoditas Hindia Belanda Terpahat di Museum BI
25 September 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Kabut Asap Memburuk, DLHK Tutup Tiga Ruang Terbuka Hijau Pekanbaru
  • 2 Rombongan Warga Ditodong di Trans Wamena-Nduga, Sopir Masih Ditahan
  • 3 ISPU Sangat Tidak Sehat, Besok Sekolah Pekanbaru Kembali PJJ
  • 4 ISPU 178,3, Sekolah di Pekanbaru Perlu Waspada
  • 5 Telkomsel Tak Spekulasi Soal Asal Nomor Pelaku Scam
  • 6 32 Wartawan Adu Biliar di Pekanbaru, Rebut Total Hadiah Rp20 Juta
  • 7 Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 93,7 Mikrogram Permeter Kubik

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved