PEKANBARU - Kualitas udara di Pekanbaru kembali memburuk pada Kamis (15/10/2026) pagi. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 183,2 mikrogram per meter kubik berdasarkan pemantauan BMKG pukul 06.00 WIB. Kondisi ini memperbesar potensi pembelajaran jarak jauh (PJJ) kembali diberlakukan.
Data IQAir pada pukul 07.00 WIB juga menunjukkan kualitas udara Pekanbaru berada pada kategori sangat tidak sehat, dengan indeks AQI? US mencapai 216. Konsentrasi PM2.5 tercatat 140,8 mikrogram per meter kubik.
Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan. Partikel halus ini dapat masuk jauh ke saluran pernapasan hingga paru-paru.
Lonjakan polusi tersebut menjadi perhatian serius karena aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah Pekanbaru telah kembali berlangsung secara tatap muka sejak Senin (12/10/2026), setelah sebelumnya disesuaikan akibat memburuknya kualitas udara.
Dengan kondisi udara yang kembali berada pada kategori sangat tidak sehat, keberlanjutan pembelajaran tatap muka perlu dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara dan kebijakan pemerintah daerah.
Jika polusi bertahan pada level ini, PJJ berpotensi kembali menjadi pilihan untuk melindungi kesehatan siswa. Namun, keputusan resmi tetap bergantung pada hasil pemantauan dan kebijakan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.