Kanal

Inflasi Pekanbaru Terendah di Riau, Agung Nugroho Tetap Waspadai Harga Cabai

PEKANBARU - Inflasi Kota Pekanbaru pada Oktober 2026 menjadi yang terendah di Provinsi Riau. Meski mencatatkan angka lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi dan nasional, Pemerintah Kota (Pemko) tidak ingin lengah menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama cabai merah.

Berdasarkan data Oktober 2026, inflasi Pekanbaru secara tahunan atau year on year (YoY) tercatat 2,69 persen. Angka tersebut berada di bawah inflasi Provinsi Riau sebesar 3,09 persen dan nasional yang mencapai 3,23 persen.

Sementara itu, secara bulanan atau month to month (MoM), inflasi Pekanbaru tercatat sebesar 0,32 persen. Capaian ini menunjukkan tekanan harga tetap terjadi meski secara tahunan Pekanbaru masih mampu menjaga inflasi pada level lebih rendah.

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, pemerintah daerah tetap melakukan berbagai langkah pengendalian agar kenaikan harga sejumlah komoditas tidak membebani masyarakat.

Menurut Agung, salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai merah. Pergerakan harga komoditas tersebut kerap memberikan tekanan terhadap inflasi sehingga membutuhkan penanganan melalui penguatan pasokan dan distribusi.

Pemko Pekanbaru, kata Agung, terus mengintervensi pasar melalui program Pasar Murah. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

Selain itu, Pemko memperkuat peran BUMD Sarana Pangan Madani dalam menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi komoditas tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Intervensi juga dilakukan melalui bantuan biaya transportasi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan biaya distribusi sehingga kenaikan harga barang akibat ongkos pengangkutan dapat dikendalikan.

Agung menegaskan, capaian inflasi yang relatif rendah tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Pengawasan terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok harus terus dilakukan, terutama terhadap komoditas yang rentan mengalami lonjakan harga.

Pemko Pekanbaru akan melanjutkan koordinasi dan intervensi pasar untuk menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah berharap stabilitas harga dapat dipertahankan sehingga inflasi tetap terkendali hingga akhir tahun.

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER