Peresmian Tol Pekanbaru - Bangkinang Ditunda
PEKANBARU - Jalan Tol Pekanbaru-Padang seksi Pekanbaru - Bangkinang yang ditargetkan akhir tahun ini sudah bisa beroperasi, dan diresmikan langsung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, urung bisa terlaksana. Pasalnya, masih ada beberapa titik jalan yang belum selesai pengerjaannya.
Kepala Biro Pembangunan Riau, Alzuhra Dini Alinoni mengatakan, dari informasi yang pihaknya dapatkan, masih ada beberapa pengerjaan jalan tol yang belum selesai. Terutama pengerjaan jalan tol yang berada dekat dengan pintu tol dari Pekanbaru.
"Peresmian jalan tol Pekanbaru - Bangkinang yang sebelumnya dijadwalkan akhir tahun ini sepertinya tidak jadi. Masih ada yang belum selesai," kata Alzuhra Dini Alinoni dilansir dari mediacenter.riau.go.id, Minggu (12/12/2021).
Sementara itu, Plt Asisten II Setdaprov Riau Aryadi mengatakan, salah satu kendala yang terjadi saat ini pada pembangunan jalan tol Pekanbaru - Bangkinang yakni masih adanya lahan yang belum dibebaskan.
"Masih ada pembebasan lahan tol sekitar 750 meter lagi di dekat pintu tol daerah Rimbo Panjang, saat ini pembebasannya masih terus digesa," ujarnya.
Belum dibebaskannya lahan tersebut dikarenakan masyarakat setempat belum menerima terkait harga yang disampaikan pemerintah. Masyarakat berdalih terdapat perbedaan harga dengan tanah warga lainnya yang juga mendapat ganti rugi.
"Masyarakat protes ada ketimpangan harga. Karena itu masih belum dibebaskan hingga saat ini," sebutannya.
Tim Khusus Lakukan Penghitungan Ulang Lahan
Masih adanya lahan untuk pembangunan jalan tol Pekanbaru - Bangkinang yang belum dibebaskan, menjadi kendala pembangunan jalan bebas hambatan tersebut.
Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, akan diturunkan tim khusus yang tergabung dalam Masyarakat Profesi Penilai Tanah (Mappi).
Tim dari Mappi akan turun untuk melakukan penilaian ulang. Mappi merupakan organisasi profesi penilai di Indonesia yang bersifat mandiri.
"Tim inilah yang akan melakukan penilaian ulang dan kemudian menyampaikan hasilnya untuk jadi rekomendasi," ujar Aryadi.
Dari informasi yang pihaknya dapatkan, tim tersebut akan memulai penilaian ulang tersebut pada pekan depan. Di mana hingga saat ini masih ada sekitar 750 meter lahan masyarakat yang belum diganti rugi.
"Selain itu juga ada lahan yang belum dibebaskan didekat pintu tol, lahan tersebut masuk kawasan hutan sehingga harus dibicarakan antara kementerian terkait," sebutnya.
Berita Lainnya +INDEKS
Udara Pekanbaru Kembali Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 110,5 Mikrogram Permeter Kubik
PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk pada Selasa (29/9) sore. Konsentras.
Dokter Spesialis Bakal Rutin Layani Warga Rupat
Bengkalis - Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyiapkan skema penugasan dokter spesialis dari RSUD .
Kasmarni Pantau Posyandu, Pastikan Pelayanan Dasar Berjalan
Bengkalis - Bupati Bengkalis Hj Kasmarni meninjau langsung pelayanan Posyandu Kelapa Hijau 2 di J.
Agung Nugroho Pimpin Rakor Forkopimda, Kondusivitas Pekanbaru Jadi Sorotan
PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho memimpin Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan .
Walikota Pekanbaru Tekankan Pelayanan MPP Tak Boleh Tertunda
PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan pelayanan publik di Mal Pelayanan Publik .
PM2.5 Pekanbaru Melonjak, Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk pada Senin (28/9/2026) malam. Konse.








