• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Edukasi
  • Olahraga
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • More
    • Otomotif
    • Daerah
    • Nasional
    • Politik
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Olahraga
  • Edukasi
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Daerah

Kasus HIV di Pekanbaru Tertinggi, Ini Kata Diskes

Redaksi

Jumat, 10 April 2026 | 15:41:57 WIB
Cetak
Kasus HIV di Pekanbaru Tertinggi, Ini Kata Diskes

PEKANBARU - Upaya penanggulangan HIV/AIDS di Provinsi Riau terus diperkuat melalui berbagai strategi, seiring masih tingginya angka temuan kasus di sejumlah wilayah, terutama di Kota Pekanbaru.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli SKep MH menyampaikan, berdasarkan data terbaru hingga Triwulan IV 2025, jumlah kumulatif kasus HIV di Riau telah mencapai 11.336 kasus, dengan 6.990 orang di antaranya masih hidup.

“Total kumulatif temuan kasus HIV di Provinsi Riau sejak tahun 1997 sampai Triwulan IV 2025 adalah sebanyak 11.336 kasus, dengan jumlah Orang Dengan HIV yang masih hidup sebanyak 6.990 ODHIV,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Sebaran kasus tersebut mencakup 12 kabupaten/kota, dengan konsentrasi terbesar berada di Kota Pekanbaru.

“Tersebar di 12 kabupaten/kota dengan kasus terbanyak di Kota Pekanbaru yaitu sebanyak 6.598 ODHIV atau 58,20 persen, sedangkan daerah lain sebarannya di bawah 10 persen,” jelasnya.

Dominasi kasus di Pekanbaru, menurut Zulkifli, tidak terlepas dari karakteristik wilayah sebagai pusat aktivitas dengan jumlah penduduk yang besar serta mobilitas yang tinggi.

“Kota Pekanbaru merupakan daerah dengan temuan kasus HIV terbanyak di Riau. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor di antaranya jumlah penduduk yang lebih besar, dinamika sosial dan ekonomi yang tinggi, gaya hidup serta mobilitas penduduk yang tinggi,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, faktor lain yang turut berpengaruh adalah keberadaan fasilitas layanan HIV yang telah lebih dulu berkembang di ibu kota provinsi tersebut.

“Kemudian Kota Pekanbaru memiliki layanan HIV tertua di Riau yaitu RSUD Arifin Achmad, sehingga pasien-pasien lama dari kabupaten/kota banyak mengakses layanan di Kota Pekanbaru,” tambahnya.

Sementara itu, untuk menekan laju penularan, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengimplementasikan pendekatan STOP HIV yang menjadi bagian dari strategi nasional.

“Langkah utama Dinas Kesehatan Provinsi dalam menekan penularan HIV/AIDS adalah melaksanakan strategi penanggulangan HIV sebagai strategi nasional yaitu STOP HIV, S yaitu suluh atau penyuluhan, T temukan kasus sedini mungkin, O obati, dan P pertahankan kadar virus HIV tetap tersupresi,” jelasnya.

Pendekatan edukatif menjadi salah satu fokus utama, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyakit tersebut. Berbagai metode sosialisasi dilakukan untuk menjangkau masyarakat luas.

“Menginformasikan kepada masyarakat apa itu penyakit HIV, bagaimana penularannya serta bagaimana mencegahnya merupakan faktor yang sangat penting untuk memutus mata rantai penularan,” katanya.

“Informasi ini telah disampaikan melalui media sosial, promosi kesehatan oleh petugas di puskesmas yang turun ke masyarakat, ke sekolah-sekolah dan kampus-kampus serta dengan dialog interaktif di RRI,” ujarnya.

Selain edukasi, upaya deteksi dini juga terus diperluas. Sepanjang tahun 2025, ratusan ribu orang telah menjalani pemeriksaan HIV.

“Dinas Kesehatan Provinsi Riau tahun 2025 telah melakukan testing HIV sebanyak 198.298 orang, dengan kasus HIV positif sebanyak 1.051 orang,” ungkapnya.

Di sisi lain, layanan pengobatan juga terus ditingkatkan guna menekan risiko penularan lanjutan. “Tahun 2025 tercatat sebanyak 4.172 orang mengakses layanan perawatan dukungan pengobatan HIV se-Provinsi Riau,” katanya.

Hasil dari intervensi tersebut menunjukkan capaian positif, di mana sebagian besar pasien berhasil mencapai kondisi virus yang terkendali.

“Tercatat tahun 2025 telah dilakukan pemeriksaan viral load terhadap 2.524 ODHIV dengan hasil 95,92 persen virusnya telah tersupresi,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup sehat, menghindari risiko penularan, serta rutin melakukan pemeriksaan bagi kelompok rentan.

Sebelumnya, Dinkes Provinsi Riau telah merilis gambaran perkembangan kasus HIV dalam rentang waktu panjang sejak akhir 1990-an. Data tersebut memperlihatkan adanya kecenderungan peningkatan jumlah kasus dari tahun ke tahun.

“Sejak tahun 1997 ditemukan 11.336 kasus dengan 6.990 orang masih hidup. Dengan data kasus memasuki stadium AIDS sebanyak 4.480 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli.

Pada fase awal, jumlah kasus masih relatif terbatas, namun mulai menunjukkan peningkatan secara bertahap. Lonjakan mulai terlihat sejak dekade 2010-an dan terus berlanjut hingga beberapa tahun terakhir.

“Untuk tahun 2013 ditemukan 433 kasus, 2014 sebanyak 569 kasus, 2015 sebanyak 738 kasus, 2016 sebanyak 576 kasus, 2017 sebanyak 741 kasus, 2018 sebanyak 675 kasus, 2019 sebanyak 587 kasus, dan 2020 ditemukan 726 kasus,” katanya.

Tren kenaikan kembali terlihat dalam lima tahun terakhir dengan jumlah kasus yang semakin tinggi setiap tahunnya.

“Setelahnya pada 2021 ditemukan sebanyak 570 kasus, 2022 sebanyak 835 kasus, 2023 sebanyak 1001, 2024 sebanyak 1006 kasus, terakhir pada 2025 sebanyak 1051 kasus,” ungkapnya.

Sebaran kasus mencakup seluruh wilayah kabupaten/kota di Riau, dengan konsentrasi terbesar tetap berada di Pekanbaru.

“Terjadi di seluruh daerah di Riau dengan persentase di bawah 10 persen. Sementara di Pekanbaru menyentuh 58,20 persen atau setara dengan 6.598 orang,” ungkapnya.

Selain Pekanbaru, beberapa daerah lain juga mencatat angka kasus yang cukup signifikan.

“Selain Kota Pekanbaru, kasus terbanyak lainnya ditemukan di Kabupaten Bengkalis 951 kasus, Kota Dumai 855 kasus, Kabupaten Pelalawan 596 kasus, Rokan Hilir 556 kasus dan Indragiri Hilir 477 kasus,” ujarnya.

“Setelahnya di Kabupaten Siak 327 kasus, Rokan Hulu 265 kasus, Kepulauan Meranti 223 kasus, Indragiri Hulu 213 kasus, Kampar 170 kasus dan Kuantan Singingi 105 kasus,” tambahnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau juga terus mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap penularan HIV.

“Kami juga menekankan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang penyakit menular ini. Serta hindari perilaku seksual berisiko,” katanya.

Pencegahan juga dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana namun penting.

“Hindari penggunaan berbagi jarum suntik, dan lakukan terapi ARV bagi yang sudah terinfeksi,” pungkasnya.


Sumber : mcr /

[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Daerah

Udara Pekanbaru Membaik, PM2.5 Turun ke Level Baik

Sabtu, 26 September 2026 - 09:51:44 WIB

PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru membaik pada Sabtu (26/9) pagi. Data Badan Meteorolo.

Daerah

Walikota Pekanbaru Cek SDN 62 dan SDN 84, Revitalisasi Butuh Rp1,2 Miliar

Jumat, 25 September 2026 - 18:06:22 WIB

PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho turun langsung mengecek kondisi SDN 62 dan SDN 84 Pe.

Daerah

Jalan RW 04 Cinta Raja Diaspal, Pemko Pekanbaru Bidik Penguatan UMKM

Jumat, 25 September 2026 - 08:57:15 WIB

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengaspal jalan di RW 04, Kelurahan Cinta Raja, Kec.

Daerah

Sosialisasi LKPM Dorong Investasi dan Kemudahan Berusaha di Pekanbaru

Jumat, 25 September 2026 - 08:51:12 WIB

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendorong investasi yang masuk ke daerah tidak hany.

Daerah

Agung Nugroho Perketat Koordinasi Camat, Keluhan Warga Diminta Cepat Ditangani

Jumat, 25 September 2026 - 08:46:03 WIB

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperkuat koordinasi dengan para camat untuk mempe.

Daerah

Agung Nugroho Tekankan Produk Hukum Daerah Harus Mudahkan Warga

Kamis, 24 September 2026 - 22:53:35 WIB

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendorong masyarakat semakin memahami aturan dan pr.

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Udara Pekanbaru Membaik, PM2.5 Turun ke Level Baik
26 September 2026
Tunggakan Hambat Pindah Sekolah, Pemko Pekanbaru Turun Tangan
26 September 2026
Museum BI, Jejak Panjang Sejarah Perdagangan dan Perbankan di Batavia
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Cek SDN 62 dan SDN 84, Revitalisasi Butuh Rp1,2 Miliar
25 September 2026
Gestur Julur Lidah Terekam saat Massa Hari Tani Sampaikan Aspirasi di Bengkulu
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Dorong Akses Kesehatan Naik Kelas
25 September 2026
Dari Hadiah hingga Akun Diblokir, Begini Cara Penipu Jebak Korban
25 September 2026
Capella Honda Beberkan Tips Aman Lawan Kantuk, Cegah Microsleep di Jalan
25 September 2026
Jalan RW 04 Cinta Raja Diaspal, Pemko Pekanbaru Bidik Penguatan UMKM
25 September 2026
Sosialisasi LKPM Dorong Investasi dan Kemudahan Berusaha di Pekanbaru
25 September 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Kabut Asap Memburuk, DLHK Tutup Tiga Ruang Terbuka Hijau Pekanbaru
  • 2 Rombongan Warga Ditodong di Trans Wamena-Nduga, Sopir Masih Ditahan
  • 3 ISPU Sangat Tidak Sehat, Besok Sekolah Pekanbaru Kembali PJJ
  • 4 ISPU 178,3, Sekolah di Pekanbaru Perlu Waspada
  • 5 Telkomsel Tak Spekulasi Soal Asal Nomor Pelaku Scam
  • 6 32 Wartawan Adu Biliar di Pekanbaru, Rebut Total Hadiah Rp20 Juta
  • 7 Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 93,7 Mikrogram Permeter Kubik

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved