PEKANBARU - Tenaga Harian Lepas (THL) Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru mengeluh, gaji yang diterima Juli 2024 nominalnya tidak sesuai kontrak.
Karyawan honorer yang gaji dibayar melalui transfer Bank Rakyat Indonesia (BRI) dipotong Rp100 ribu dari jumlah seharusnya diterima. Pemotongan ini diketahui untuk membayar asuransi produk rekanan BRI.
"Anehnya kami yang gaji dipindahkan ke BRI ini potong tanpa pemberitahuan, kami sebagai nasabah juga tidak pernah merasa mendaftar asuransi, bahkan waktu buka rekening juga tidak ada dilampirkan persetujuan dari kami terkait asuransi tersebut," kata salah seorang sumber yang tidak ditulis namanya.
Ia mengaku tidak terima dengan pemotongan tersebut dan mendatangi Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank BRI Simpang Tiga Jalan Kaharudin Nasution, Pekanbaru yang bekerjasama dengan RSD Madani terkait penggajian karyawan THL.
"Dari BRI tidak ada solusi dan mengembalikan permasalahan ini ke RSD Madani karena telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) terkait asuransi tersebut," katanya.
Lalu kemudian ia mencoba menghubungi Kasubag Umum (Kasum) RSD Madani Hidayat melalui pesan Whatsapp dan bertanya mengenai pemotongan gaji tersebut.
"Kata pihak BRI nya pemotongan apa? Emang ada daftar kemarin? Kenapa gak semua yang dipotong," kata Hidayat dalam percakapan whatsapp yang diperlihatkan karyawan kepada wartawan.
Kasubag Umum Hidayat yang menangani program asuransi ini ketika dihubungi melalui sambungan telepon tidak menjawab. Pesan Whatsapp konfirmasi juga tidak direspon.