Kanal

Direktur RSD Madani Gencar Rombak Internal, ASN Bagian Umum Tak Tersentuh

PEKANBARU - Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru Ir Adi Darma, terus melakukan perombakan posisi Aparatur Sipil Negara (ASN) di rumah sakit plat merah itu dengan alasan penyegaran internal.

Namun, beberapa ASN menyayangkan apa yang dilakukan direktur terkesan dipaksa tidak berdasarkan kemampuan kinerja dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki pegawai.

Pasalnya masih terjadi penempatan SDM dari bidang satu ke bidang lain tidak sesuai keahlian (job mismatch) yang diduga tidak berdampak pada peningkatan layanan rumah sakit.

Kegaduhan internal terus terjadi di rumah sakit pemerintah kota Pekanbaru tersebut. ASN banyak mengeluh terkait pemindahan yang dinilai tidak berdampak terhadap pelayanan.

"Pemidahan saya dan rekan-rekan ke bidang lain bukan malah makin membaik. Karena posisi saya yang baru juga tidak berhubungan dengan layanan. Pasien rawat inap saat ini hanya 3 pak," kata sumber seorang ASN, Rabu (7/1/2026).

Anehnya, lanjut sumber yang tidak ingin nama ditulis, ada SK yang tidak sesuai dengan tugas yang dikerjakan. "SK bidang lain, sementara yang bersangkutan bekerja dibagian lain pula," jelasnya.

Diluar rumah sakit, publik semakin bertanya kemampuan Direktur RSD Madani dalam menata rumah sakit seperti yang diharapkan Pemerintah Pekanbaru.

"Masih belum bisa melihat mana yang bisa bekerja, dan menempatkan SDM benar-benar pada bidangnya. Asa pindah saja khawatir kita berdampak terhadap layanan publik rumah sakit," tambah sumber lain.

Direktur juga menyampaikan dalam apel jika ada yang keberatan silahkan buat pernyataan biar bisa diajukan ke BKPSDM," kata sumber yang juga bekerja di rumah sakit Jalan Garuda Sakti tersebut.

Direktur RSD Madani Ir Adi Darma dikonfirmasi mengatakan, pemidahan SDM dari bidang satu ke bidang lain sudah sesuai aturan.

"Semuanya sudah sesuai," kata Adi, Rabu.

Disinggung, perombakan terus terjadi. Namun, bagian umum rumah sakit hingga kini belum tersentuh evaluasi. Terpantau PNS lama yang  belum pernah dapat penyegaran atau rotasi masih melenggang disana.

"Kalau ini urgensi dan kebijakan pimpinan. Saya yang menilai," singkat Adi Darma.

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER