PEKANBARU - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong penambahan bantuan untuk memperluas areal tanam dan memperkuat produksi pangan petani di Provinsi Riau. Ia bahkan meminta jajarannya segera menghitung kebutuhan di lapangan sebelum tambahan bantuan diberikan.
Amran menekankan, pemerintah harus hadir langsung membantu petani, bukan sekadar memberikan perhatian dari balik meja.
Dalam kunjungannya, Amran mempertanyakan luas lahan yang siap ditanami serta potensi penambahan areal pertanian. Ia meminta data tersebut segera dihitung agar dukungan pemerintah dapat disesuaikan dengan kebutuhan petani.
“Kalau sawah ada, di sini ada berapa hektare? Yang mau ditanam sekarang berapa?” kata Amran di Pekanbaru, Kamis (17/9/2026).
Ia kemudian meminta jajarannya berkoordinasi dengan pejabat terkait untuk memastikan kemungkinan penambahan bantuan. Amran menyebut angka Rp10.000 sebagai salah satu skema tambahan bantuan yang sedang dihitung.
Menurut Amran, tambahan bantuan tersebut harus diarahkan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Ia menggambarkan skema bantuan sebagai bagian dari upaya menjaga perputaran ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Amran juga menekankan pentingnya memastikan bantuan tidak berhenti pada satu tahap. Hasil produksi petani, terutama beras, diharapkan kembali masuk ke dalam sistem pangan sehingga manfaat program dapat berputar dan dirasakan masyarakat.
“Tahun depan bantuan lagi untuk rakyat. Jadi tidak perlu mengambil dari tempat lain,” ujarnya.
Amran meminta penghitungan dilakukan secara cepat agar keputusan penambahan bantuan dapat segera ditindaklanjuti.