Kanal

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, PM2.5 Tembus 206 Mikrogram Permeter Kubik

PEKANBARU - Kualitas udara di Pekanbaru kembali memburuk pada Kamis (17/9/2026) pagi. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang dipantau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencapai 206 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 08.00 WIB.

Angka tersebut masuk kategori “Sangat Tidak Sehat”. Kondisi ini menunjukkan paparan polusi udara kembali berada pada tingkat yang perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok rentan.

Data pemantauan kualitas udara IQAir pada pukul 09.00 WIB juga menunjukkan kondisi serupa. Indeks kualitas udara (AQI) tercatat 236, dengan PM2.5 mencapai 160,6 µg/m³. PM2.5 menjadi polutan utama yang terpantau di Pekanbaru.

Memburuknya kualitas udara terjadi ketika Pekanbaru masih menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut sebelumnya telah mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru menyesuaikan kegiatan belajar mengajar untuk melindungi peserta didik dari paparan udara tercemar.

Dengan kondisi udara yang kembali berada pada kategori sangat tidak sehat, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya kelompok rentan, serta menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar.

Perbedaan angka antara BMKG dan IQAir dapat terjadi karena perbedaan metode, parameter, maupun sistem penghitungan indeks. Namun, kedua pemantauan sama-sama menunjukkan bahwa kualitas udara Pekanbaru pada Kamis pagi berada dalam kondisi yang tidak sehat bagi masyarakat.

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER