Kanal

OJK Minta Industri Keuangan Perluas Edukasi, Masyarakat Jangan Sekadar Buka Rekening

PEKANBARU - Perluasan inklusi keuangan tidak cukup hanya dengan mendorong masyarakat membuka rekening. Pemahaman terhadap produk, manfaat, dan kebutuhan finansial juga menjadi faktor penting agar akses keuangan benar-benar berdampak pada kesejahteraan.

Kepala OJK Provinsi Riau Moh Fredl Nasution mengatakan, Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diperingati setiap Oktober menjadi momentum bagi industri jasa keuangan untuk memperkenalkan layanan mereka kepada masyarakat.

Berbagai sektor, mulai dari perbankan, asuransi hingga pasar modal, dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Industri juga menawarkan program dan fasilitas untuk menarik minat masyarakat memanfaatkan layanan keuangan.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan informasi sebanyak dan seluas mungkin. Mereka bisa memilih produk mana yang cocok untuk meningkatkan kesejahteraan dan benar-benar dibutuhkan,” kata Fredly, Minggu (25/10/2026).

Ia menegaskan, upaya memperluas akses keuangan harus terus berjalan sepanjang tahun. Kegiatan Oktober merupakan puncak kampanye nasional, bukan satu-satunya waktu untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan.

Menurut Fredly, kegiatan BIK juga menyasar generasi muda melalui perlombaan dan penampilan kreativitas anak-anak hingga pelajar SMA. Pelibatan kelompok usia tersebut diharapkan dapat memperkenalkan pemahaman mengenai keuangan sejak dini.

Di sisi lain, kehadiran industri jasa keuangan dalam kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengenali beragam pilihan layanan sebelum memutuskan menggunakannya.

Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi pemilik rekening, tetapi juga mampu memilih dan memanfaatkan produk keuangan secara tepat, sesuai kebutuhan serta kemampuan masing-masing.(nov)

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER