PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho turun langsung meninjau pembangunan simpang sebidang Jalan Arifin Achmad-Jalan Jenderal Sudirman. Meski diguyur hujan, Agung memastikan pengerjaan infrastruktur tersebut berjalan maksimal, terutama dari sisi kualitas konstruksi dan ketepatan waktu penyelesaian.
Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan pekerjaan di lapangan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Agung menegaskan, kondisi cuaca bukan alasan untuk mengabaikan pengawasan terhadap proyek yang menjadi bagian dari penataan infrastruktur Kota Pekanbaru.
“Kena hujan enggak masalah. Yang penting saya harus memastikan setiap pekerjaan infrastruktur di Pekanbaru berjalan maksimal,” kata Agung.
Ia secara khusus memeriksa progres pembangunan simpang tersebut, termasuk kualitas pengaspalan. Menurutnya, hasil pekerjaan harus diperhatikan agar infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain mutu konstruksi, Agung menekankan pentingnya penyelesaian proyek sesuai tenggat yang telah ditetapkan. Ia ingin pengerjaan berjalan terukur sehingga tidak mengalami keterlambatan yang berpotensi menghambat pemanfaatan infrastruktur oleh masyarakat.
Pembangunan simpang sebidang Jalan Arifin Achmad-Jalan Jenderal Sudirman diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan di kawasan depan Purna MTQ. Pemko Pekanbaru menargetkan simpang tersebut mulai difungsikan pada Desember 2026.
Tak hanya membenahi akses jalan, Pemko Pekanbaru juga merencanakan pembangunan tugu selamat datang di kawasan tersebut. Tugu itu diharapkan menjadi ikon baru sekaligus memperkuat identitas dan daya tarik visual Kota Pekanbaru.
Agung menyebut pembangunan tugu tersebut mendapat dukungan dari RS Awal Bros Pekanbaru. Keterlibatan pihak swasta ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam mendukung penataan kota tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
Menurut Agung, pembenahan infrastruktur dan penataan kawasan merupakan bagian dari upaya mempercantik wajah ibu kota Provinsi Riau. Pembangunan tidak hanya diarahkan pada peningkatan fungsi jalan, tetapi juga pada penciptaan ruang kota yang lebih tertata dan memiliki nilai estetika.
“Pelan-pelan kita percantik Pekanbaru,” ujar Agung.(nov)