Kanal

Pengguna Kendaraan Listrik di Riau dan Kepri Kini Didukung 93 SPKLU

PEKANBARU - Bagi pengguna kendaraan listrik, kemudahan menemukan tempat pengisian daya menjadi salah satu hal penting saat bepergian. Tidak hanya ketika beraktivitas di dalam kota, ketersediaan fasilitas pengisian juga dibutuhkan untuk menunjang perjalanan jarak jauh agar pengguna dapat berkendara dengan lebih nyaman.

Di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, pengguna kendaraan listrik kini didukung oleh 93 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Dari jumlah tersebut, sebanyak 81 unit merupakan milik PT PLN (Persero), sedangkan 12 unit lainnya dikelola pihak swasta.

Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, I Komang Gede Sastrawan menyampaikan data tersebut sebagai gambaran ketersediaan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di wilayah kerja PLN UID RKR.

Bagi pemilik mobil atau sepeda motor listrik, keberadaan SPKLU memberikan pilihan untuk mengisi ulang baterai ketika daya kendaraan berkurang di tengah perjalanan. Pengguna tidak harus selalu mengandalkan pengisian daya di rumah, terutama saat melakukan perjalanan ke lokasi yang lebih jauh.

SPKLU sendiri dapat diibaratkan seperti stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), tetapi secara khusus melayani pengisian daya baterai kendaraan listrik. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas pengguna yang membutuhkan pasokan listrik selama berkendara.

Dari sisi waktu, pengguna dapat memilih fasilitas pengisian sesuai kebutuhan. SPKLU memiliki beberapa kategori kecepatan, mulai dari standard charging, medium charging, fast charging hingga ultra fast charging. Perbedaan ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna dalam menyesuaikan waktu pengisian dengan agenda perjalanan.

Durasi pengisian baterai bergantung pada kapasitas baterai, kemampuan kendaraan menerima daya, serta jenis perangkat yang digunakan. Pada fasilitas tertentu, pengisian dapat berlangsung sekitar 30 hingga 90 menit. Karena itu, pengguna perlu memperhitungkan kebutuhan daya dan waktu berhenti sebelum melanjutkan perjalanan.

Selain kecepatan, pengguna juga perlu memperhatikan kesesuaian konektor. SPKLU dapat menyediakan konektor AC charging, DC CHAdeMO, maupun DC CCS2. Memastikan jenis konektor sesuai dengan kendaraan akan membantu pengguna menghindari kendala ketika hendak mengisi daya.

"Kemudahan mencari fasilitas pengisian turut didukung oleh aplikasi PLN Mobile. Melalui fitur yang tersedia, pengguna dapat mencari informasi mengenai SPKLU, memeriksa ketersediaan konektor pada fasilitas yang didukung, serta mengikuti proses transaksi dan aktivasi pengisian daya sesuai mekanisme layanan," kata I Komang, Selasa (27/10/2026).

Dengan dukungan layanan digital tersebut, pengguna dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik. Informasi mengenai fasilitas pengisian menjadi penting agar pengendara dapat mempertimbangkan lokasi berhenti, kebutuhan daya, dan waktu yang diperlukan sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Meski demikian, pengguna perlu memahami perbedaan SPKLU dengan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU). SPKLU secara khusus dirancang untuk pengisian daya kendaraan listrik, sedangkan SPLU diperuntukkan bagi kebutuhan listrik umum berdaya relatif kecil, seperti mendukung aktivitas pedagang kaki lima dan kebutuhan listrik lainnya.

Perbedaan fungsi tersebut membuat pengguna kendaraan listrik perlu memilih fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan kendaraannya. SPKLU merupakan fasilitas yang ditujukan untuk pengisian kendaraan listrik dengan perangkat dan konektor yang disesuaikan dengan layanan pengisian daya.

Ketersediaan 93 SPKLU di Riau dan Kepri, yang terdiri atas 81 unit milik PLN dan 12 unit milik swasta, memberikan gambaran pilihan fasilitas pengisian daya yang tersedia bagi masyarakat. Namun, kenyamanan penggunaan juga dipengaruhi oleh lokasi, kondisi perangkat, jenis konektor, dan ketersediaan layanan saat dibutuhkan.

Bagi pengguna, merencanakan pengisian daya sebelum berangkat tetap menjadi langkah penting, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Memeriksa informasi lokasi SPKLU dan menyesuaikan rute dengan kebutuhan baterai dapat membantu mengurangi risiko kehabisan daya di perjalanan.

Pada akhirnya, manfaat infrastruktur SPKLU tidak hanya terletak pada jumlah unit yang tersedia, tetapi juga pada kemudahan pengguna mengakses dan memanfaatkan layanan tersebut. Semakin mudah fasilitas pengisian ditemukan dan digunakan, semakin terbantu pula masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dengan kendaraan listrik.

Dengan dukungan SPKLU milik PLN dan swasta, pengguna kendaraan listrik di Riau dan Kepulauan Riau memiliki fasilitas pengisian daya yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Ketersediaan layanan ini menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan pengalaman berkendara yang lebih praktis, sekaligus mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik di daerah.***

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER