Hermina Soroti Golden Period 60 Menit, Integrasi dengan Jasa Raharja Disiapkan
PEKANBARU - Penanganan korban kecelakaan lalu lintas pada 60 menit pertama atau golden period menjadi perhatian dalam kerja sama RS Hermina dan PT Jasa Raharja. Integrasi sistem informasi rumah sakit dengan platform layanan santunan Jasa Raharja disiapkan untuk memperkuat koordinasi pelayanan dan mengurangi hambatan administrasi.
Direktur Utama PT Medika Loka Manajemen Yulisar Khiat mengatakan, kesiapan rumah sakit dan koordinasi dengan pemangku kepentingan merupakan bagian penting dalam memberikan penanganan optimal kepada korban kecelakaan.
“Optimalisasi golden period pada 60 menit awal menjadi salah satu perhatian penting dalam penanganan korban. Karena itu, diperlukan kesiapan layanan dan koordinasi yang baik antara rumah sakit dan para pemangku kepentingan,” ujar Yulisar.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan perjanjian kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA) antara Jasa Raharja dan PT Medika Loka Manajemen di Ballroom Jasa Raharja, Jakarta, baru-baru ini.
Kerja sama ini menjadi tahap awal pengembangan Proyek Nexus, yakni integrasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan platform layanan santunan Jasa Raharja. Sistem tersebut dirancang untuk mendukung pertukaran data yang lebih akurat, mempercepat kepastian penjaminan biaya perawatan, serta mengurangi proses administrasi manual.
Integrasi ini diharapkan membantu rumah sakit dan Jasa Raharja berkoordinasi lebih efektif, sehingga proses administrasi penjaminan tidak menambah hambatan dalam pelayanan korban. Meski demikian, pengembangan sistem tetap harus memperhatikan kesiapan teknis, keamanan informasi, dan perlindungan data.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin sebelumnya menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi aspek penting dalam upaya menekan fatalitas kecelakaan. Menurutnya, keselamatan korban membutuhkan koordinasi seluruh pihak agar penanganan dapat dilakukan secara optimal, terutama pada periode awal setelah kecelakaan.
Sebagai tindak lanjut, Jasa Raharja dan RS Hermina akan menyelaraskan proses bisnis, memetakan kebutuhan data, serta melakukan pengujian integrasi. Soft launching secara terbatas ditargetkan pada Desember 2026 di rumah sakit yang menjadi lokasi percontohan.
Mulai Januari 2027, implementasi direncanakan diperluas secara bertahap ke jaringan RS Hermina Group. Perluasan tersebut bukan target penyelesaian integrasi seluruh jaringan, melainkan tahap awal implementasi yang akan disesuaikan dengan kesiapan sistem dan hasil evaluasi bersama.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak berupaya memperkuat hubungan antara kesiapan layanan medis dan proses penjaminan biaya perawatan, dengan tetap menempatkan keselamatan serta pemulihan korban kecelakaan sebagai prioritas.
Berita Lainnya +INDEKS
Jasa Raharja Integrasikan Sistem Rumah Sakit, Percepat Penjaminan Korban Kecelakaan
PEKANBARU - Proses penjaminan biaya perawatan korban kecelakaan lalu lintas ditargetkan lebih cep.
Lidah Mertua Tak Sekadar Tanaman Hias, Disebut Bantu Bersihkan Udara di Rumah
Pekanbaru - Tanaman lidah mertua tak hanya dikenal sebagai tanaman hias. Tanaman yang memiliki da.
Honda Ingatkan 350 Mahasiswa UMRI Bahaya Berkendara saat Ngantuk
PEKANBARU - Sebanyak 350 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mendapat edukasi tentang .
AHM Best Student 2026 Regional Riau Sukses Digelar
PEKANBARU - Ajang Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) 2026 tingkat Regional Riau sukses digela.
346 Guru PJOK Lulus NPET 2026, Dorong Budaya Hidup Sehat di Sekolah
Tantangan gaya hidup anak dan remaja Indonesia semakin kompleks. Pola makan yang belum seimbang, .
Capella Honda Riau Bawa Pulang Tiga Gelar Nasional AHSRIC 2026
PEKANBARU - Komitmen PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau dalam membangun budaya keselamatan b.








