PEKANBARU - Transaksi tunai masih menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat Riau, meski penggunaan pembayaran digital terus berkembang.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau, Panji Achmad mengatakan kebutuhan uang tunai di Riau masih tinggi. Pada 2025, arus uang keluar dan masuk menunjukkan kebutuhan transaksi tunai yang besar.
“Memang kebutuhan transaksi tunai masih sangat kuat di Riau. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat masih berjalan,” kata Panji dalam kajian Bedelau 2026 di Pekanbaru, Rabu (5/10).
Di sisi lain, penggunaan pembayaran digital terus meningkat. Jumlah pengguna layanan pembayaran digital di Riau disebut telah mendekati dua juta orang.
Namun, nilai transaksi digital belum sepenuhnya mampu menggantikan transaksi tunai, terutama untuk kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
BI Riau terus mendorong perluasan digitalisasi pembayaran melalui kerjasama dengan perbankan dan Otoritas Jasa Keuangan.
Panji mengatakan peningkatan penggunaan transaksi digital perlu dibarengi edukasi agar masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan layanan tersebut.
“Digitalisasi di Riau berkembang sangat baik. Namun, kita masih perlu mendorong agar transaksi non-tunai semakin menjangkau kebutuhan masyarakat,” sebutnya.
Selain pembayaran digital, transaksi melalui sistem transfer dan layanan pembayaran lainnya juga terus diperkuat.
Ia berharap perubahan perilaku masyarakat berlangsung bertahap, dengan tetap memastikan uang tunai tersedia bagi wilayah dan kelompok masyarakat yang membutuhkannya.
Penguatan ekosistem pembayaran digital diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Riau.(nov)