62.864 Rumah Tangga Bergantung pada Kelapa, Hilirisasi Dinilai Jadi Kunci Ekonomi Pesisir Inhil
PEKANBARU - Pengembangan industri hilir kelapa dinilai berpotensi memperkuat ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Pasalnya, sektor perkebunan kelapa menjadi sumber penghidupan bagi 62.864 rumah tangga.
Ketua Tim Peneliti IPB, Dr Feryanto SP MSi mengatakan pengembangan kelapa tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi perkebunan, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada komoditas tersebut.
Menurutnya, hilirisasi kelapa harus dibangun melalui penguatan sektor hulu dan hilir secara bersamaan. Tanpa pembenahan perkebunan, industri pengolahan akan kesulitan memperoleh bahan baku yang cukup dan berkelanjutan.
Salah satu persoalan mendasar adalah kondisi perkebunan kelapa yang sudah tidak produktif. Tercatat sekitar 75.740 hektare tanaman kelapa masuk kategori tua, rusak, dan tidak menghasilkan.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan petani. Terlebih, margin usaha tani kelapa masih relatif tipis sehingga kemampuan petani untuk melakukan peremajaan secara mandiri cukup terbatas.
Feryanto menegaskan, peremajaan tanaman menggunakan bibit unggul harus menjadi prioritas. Upaya itu perlu disertai perbaikan tata air agar produktivitas perkebunan dapat meningkat.
Ia juga menilai integrasi sektor hulu dan hilir mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan pengembangan industri pengolahan secara terpisah.
Hasil pengujian yang dilakukan tim peneliti IPB menunjukkan produktivitas kebun berpotensi meningkat 30 persen. Sementara itu, kapasitas industri pengolahan dapat bertambah hingga 50 persen.
Kombinasi peningkatan produktivitas kebun dan kapasitas industri tersebut diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan output kelapa dari 1,5 persen menjadi 4,41 persen.
Karena itu, Feryanto merekomendasikan peremajaan dan peningkatan produksi kebun, pembenahan jalur angkut serta logistik dari perkebunan menuju pabrik, dan penciptaan iklim investasi yang menarik bagi industri pengolahan kelapa.(nov)
Berita Lainnya +INDEKS
Inflasi Riau Terkendali, Cabai Masih Jadi Pekerjaan Rumah
PEKANBARU - Inflasi Provinsi Riau tercatat 0,23 persen secara bulanan pada Oktober 2026. Secara t.
Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, Pertanian dan Industri Pengolahan Jadi Penopang
PEKANBARU - Perekonomian Provinsi Riau tumbuh 4,75 persen pada triwulan II 2026. Meski melambat d.
Kepatuhan SPT Tahunan di Riau Capai 88,66 Persen, Industri Pengolahan Dongkrak Pajak
PEKANBARU - Tingkat kepatuhan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh).
DJP Riau Harus Kejar Rp7,12 Triliun dalam Tiga Bulan
PEKANBARU - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Riau menghadapi tekanan besar u.
Target Kredit Rp400 Triliun pada 2027, OJK Dorong Inklusi Keuangan Sepanjang Tahun
PEKANBARU - Pemerintah menargetkan penyaluran kredit perbankan secara nasional mencapai Rp400 tri.
Target Satu Orang Satu Rekening, OJK Riau Tekankan Akses Keuangan
PEKANBARU - Program satu orang satu rekening yang disampaikan pemerintah pusat menjadi salah satu.








