Target Kredit Rp400 Triliun pada 2027, OJK Dorong Inklusi Keuangan Sepanjang Tahun
PEKANBARU - Pemerintah menargetkan penyaluran kredit perbankan secara nasional mencapai Rp400 triliun pada 2027, melonjak lebih dari tujuh kali lipat dibandingkan target tahun ini sebesar Rp53 triliun. Jumlah penerima juga ditargetkan meningkat dari 2 juta menjadi 28 juta orang.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, peningkatan target tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperluas akses pembiayaan masyarakat.
“Berdasarkan arahan dari Bapak Presiden Prabowo, untuk penyaluran kredit alhamdulillah ditingkatkan secara nasional. Tahun ini sebesar Rp53 triliun untuk 2 juta penerima menjadi Rp400 triliun untuk 28 juta penerima pada 2027 mendatang," kata SF Hariyanto saat membuka FinExpo di Pekanbaru Xchange Jalan Riau, Minggu (25/10/2026).
Target tersebut menuntut perluasan jangkauan pembiayaan agar masyarakat yang selama ini sulit mengakses layanan perbankan memiliki kesempatan memperoleh kredit. Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari besarnya nilai penyaluran, melainkan juga ketepatan sasaran dan manfaatnya bagi kegiatan ekonomi produktif.
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau menegaskan peningkatan inklusi keuangan tidak boleh bergantung pada kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang berlangsung setiap Oktober. Edukasi dan perluasan akses layanan keuangan harus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun.
Kepala OJK Provinsi Riau Moh Fredly Nasution mengatakan, masyarakat perlu mendapatkan akses sekaligus pemahaman mengenai produk dan layanan keuangan, mulai dari perbankan, asuransi, hingga pasar modal.
“Bukan berarti hanya Oktober. Sepanjang Januari sampai Desember kita melakukan berbagai kegiatan untuk terus mendorong masyarakat memiliki akses ke industri keuangan,” kata Fredly.
Menurut dia, kegiatan BIK menjadi momentum untuk memperluas penyebaran informasi melalui keterlibatan industri jasa keuangan. Berbagai program, termasuk promosi dan fasilitas pembukaan rekening, diperkenalkan agar masyarakat dapat mengenali layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Fredly menekankan, perluasan akses harus disertai literasi keuangan agar masyarakat tidak sekadar menggunakan produk keuangan, tetapi juga memahami manfaat dan risikonya.
“Harapannya, masyarakat mendapatkan informasi seluas-luasnya, kemudian bisa memilih mana yang cocok dan betul-betul dibutuhkan,” ujarnya.
Meski target kredit nasional 2027 telah ditetapkan, rincian alokasi untuk setiap daerah, termasuk Riau, belum disampaikan dalam keterangan SF Hariyanto. Karena itu, realisasi target tersebut di daerah masih menunggu kejelasan skema pelaksanaan dan jangkauan penerima manfaat.(nov)
Berita Lainnya +INDEKS
Target Satu Orang Satu Rekening, OJK Riau Tekankan Akses Keuangan
PEKANBARU - Program satu orang satu rekening yang disampaikan pemerintah pusat menjadi salah satu.
Kredit Rp53,15 Triliun Disalurkan dalam Tiga Bulan, 2,1 Juta Debitur Terima Pembiayaan
Pekanbaru - Sebanyak 2.106.401 debitur menerima kredit atau pembiayaan senilai Rp53,15 triliun se.
OJK Catat Kredit Rp64,85 Triliun untuk Lawan Rentenir, 2,28 Juta Debitur Terjangkau
Pekanbaru - Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir yang dikoordinasikan melalui Tim Percepata.
Prabowo Siapkan Pembiayaan Rp400 Triliun untuk Petani hingga Masyarakat Miskin
Pekanbaru - Presiden Prabowo Subianto menyiapkan pembiayaan Rp400 triliun pada 2027 untuk memperl.
OJK Riau Manfaatkan Aplikasi untuk Deteksi Dini Kredit Bermasalah
PEKANBARU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau memanfaatkan sistem pelaporan berbasis tek.
Riau Raih Enam Penghargaan Adinata Syariah, BI Perkuat Industri Halal
PEKANBARU - Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Riau menunjukkan sejumlah capaian sepanj.








