Pelajar Aceh Raih Emas AHM Best Student 2026 Lewat Inovasi Deterjen Ramah Lingkungan
PEKANBARU - Inovasi deterjen berbahan alami mengantarkan Yazid Alfata, pelajar SMA Fatih Bilingual School, Aceh, meraih predikat Gold dalam ajang Astra Honda Motor Best Student (AHM Best Student) 2026. Melalui produk LeraWash, Yazid menawarkan alternatif deterjen sintetis yang dirancang untuk mengurangi potensi pencemaran perairan.
Yazid merupakan perwakilan PT Capella Dinamik Nusantara Aceh yang berhasil menjadi pemenang utama setelah bersaing dengan 26 finalis dari berbagai daerah di Indonesia. Ia mengembangkan biodeterjen berbahan lerak dan daun waru yang dikemas dalam bioplastic pods berbahan rumput laut yang dapat terurai secara hayati.
Inovasi tersebut berangkat dari kepeduliannya terhadap pencemaran perairan akibat penggunaan deterjen sintetis. LeraWash juga telah diperkenalkan kepada masyarakat sekitar dan dimanfaatkan untuk aktivitas sehari-hari.
“AHM Best Student menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Sebagai anak muda, saya dilatih untuk tidak pantang menyerah dan berani mewujudkan ide kepedulian terhadap kondisi sekitar. Kemenangan ini bukan garis akhir, melainkan awal dari perjalanan karya saya dari bangku sekolah yang bisa memberi arti untuk masyarakat dan negeri,” ujar Yazid.
AHM Best Student 2026 mengusung tema “Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya”. Kompetisi ini diikuti 1.215 pelajar SMA/sederajat dari seluruh Indonesia yang mengajukan gagasan inovatif untuk menjawab persoalan masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Selain Yazid, penghargaan Silver diraih Fajrin Al Majid dari SMAN Sumatera Selatan melalui Smart Pest Control, sistem pengendalian hama berbasis kecerdasan buatan dan Internet of Things. Sementara itu, Muhammad Hatan Fahlady dari SMAN 3 Yogyakarta meraih Bronze lewat KALARESIK, inovasi pengolahan limbah ban dan tekstil menjadi produk bernilai ekonomi.
General Manager Corporate Communication AHM Rina Listiani mengatakan, kompetisi tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, karakter, dan kepedulian sosial.
“Kami berharap karya yang dihasilkan tidak berhenti dalam kompetisi, tetapi terus dikembangkan agar berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan,” kata Rina.
Sebagai apresiasi, pemenang Gold memperoleh beasiswa pendidikan Rp5 juta dan satu unit notebook. Pemenang Silver menerima beasiswa Rp3 juta dan notebook, sedangkan pemenang Bronze memperoleh beasiswa Rp2 juta dan notebook. Sebanyak 24 finalis lainnya masing-masing mendapatkan beasiswa Rp1 juta dan sertifikat penghargaan.
Berita Lainnya +INDEKS
Pemerintah Bentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Fokus Beralih ke Ketahanan Keluarga
PEKANBARU - Pemerintah membentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) untuk memperkuat st.
Banjir Bandang Terjang Kabupaten Solok, 32 Warga Mengungsi
Banjir bandang menerjang kawasan Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus dan Nagari .
Rombongan Warga Ditodong di Trans Wamena-Nduga, Sopir Masih Ditahan
Rombongan masyarakat yang disebut bepergian bersama Tomi Gwijangge dilaporkan mengalami intimidas.
Lima Hari Tersesat di Hutan Gunung Bedung, Empat Warga Natuna Ditemukan Selamat
Empat warga yang dilaporkan tersesat di kawasan Hutan Gunung Bedung, Kabupaten Natuna, akhirnya d.
Mafirion Desak Agrinas Selektif Pilih Mitra KSO, Jangan Biarkan Konflik Perkebunan Berulang
PEKANBARU - Anggota DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan Riau II H Mafirion meminta PT Agrinas.
Destry Damayanti Ditunjuk Jadi Gubernur Sementara BI, Jaga Stabilitas Rupiah dan Sistem Keuangan
PEKANBARU - Bank Indonesia (BI) memastikan roda kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan .








