• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Edukasi
  • Olahraga
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • More
    • Otomotif
    • Daerah
    • Nasional
    • Politik
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Olahraga
  • Edukasi
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Lifestyle

Posisi Seks Bisa Tentukan Jenis Kelamin Bayi, Mitos atau Fakta

Redaksi

Selasa, 21 Juni 2022 08:36:24 WIB
Cetak
Posisi Seks Bisa Tentukan Jenis Kelamin Bayi, Mitos atau Fakta
Ilustrasi. (int)

Jurnalpekan.com - Memiliki anak merupakan anugerah yang tak ternilai. Berbagai upaya pun dilakukan demi segera mendapatkan buah hati tercinta.

Ada pasangan yang menginginkan anak laki-laki dan ada juga yang sebaliknya. Sehingga, banyak cara yang dilakukan agar mendapatkan anak dengan jenis kelamin yang diharapkan. Salah satunya dengan mencoba posisi tertentu saat berhubungan seks.

Namun, benarkah bahwa posisi seks bisa menentukan jenis kelamin bayi kelak?

Memang banyak yang meyakini bahwa posisi seks dapat memengaruhi jenis kelamin anak. Akan tetapi, kebenaran mengenai hal ini perlu dicari tahu lebih dahulu.

Untuk mengetahui kebenaran hal itu, di bawah ini Popmama.com telah merangkum dari berbagai sumber mengenai posisi seks tentukan jenis kelamin bayi, mitos atau fakta? Disimak baik-baik ya!

Apa yang Menentukan Jenis Kelamin Bayi?

Laki-laki berperan besar dalam menentukan jenis kelamin bayi saat kehamilan. Jenis kelamin bayi ditentukan oleh tipe kromosom dari sperma laki-laki yang bertemu dengan kromosom dari sel telur perempuan.

Sperma mempunyai dua tipe kromosom, yaitu kromosom X dan Y. Tiap sperma hanya mengandung satu kromosom (sperma kromosom X atau Y) yang pada akhirnya bertemu dengan sel telur. Sementara sel telur itu sendiri sifatnya netral, sel telur hanya mengandung satu kromosom (kromosom X).

Bayi laki-laki atau perempuan ditentukan oleh sperma manakah (X atau Y) yang lebih dulu mencapai sel telur. Jika sperma dengan kromosom Y berhasil terlebih dahulu mencapai sel telur, maka janin akan berkromosom XY, yang akan menghasilkan bayi laki-laki. Namun jika sperma dengan kromosom X lebih dulu bertemu sel telur, maka janin akan berkromosom XX dan menjadi bayi perempuan.

Selain menentukan jenis kelamin, kromosom juga berperan dalam menentukan ciri-ciri fisik manusia. Kromosom adalah molekul seperti benang yang membawa informasi herediter (genetik) untuk segala hal dimulai dari warna mata, rambut, hingga tinggi badan.

Kromosom dibuat dari protein dan satu molekul DNA yang berisi instruksi genetik suatu organisme yang diturunkan dari orangtua. Untuk itu, ada ungkapan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, yang berarti induk pasti memiliki kemiripan dengan anaknya.

Hal ini dikarenakan kromosom orang tua mewariskan sifat-sifat genetis pada keturunannya. Maka tak mengherankan, jika warna mata, rambut hingga tinggi badan anak mirip dengan orang tuanya.

Variasi Posisi dalam Berhubungan Intim

1. Posisi Misionaris

Posisi yang satu ini tergolong klasik, yang menempatkan laki-laki di atas, sementara perempuan di bawah. Cara ini memungkinkan laki-laki untuk melakukan penetrasi dangkal dan menjalin keintiman dalam berhubungan.

Banyak yang percaya cara ini ampuh untuk meningkatkan peluang hamil. Karena posisi ini disebut bisa mengalirkan lebih banyak sperma, sehingga semakin besar peluang pembuahan di rahim.

2. Doggy Style

Posisi doggy membuat pasangan saling menjauhi dan menghubungkan dari belakang. Mungkin posisi ini bukan yang paling intim, tetapi gaya ini dipercaya memiliki hasil yang tidak berbeda jauh dengan posisi misionaris. Saat melakukan doggy style, penetrasi yang terjadi disebut bisa sedalam dan sebanyak yang bisa didapat dari posisi misionaris. Bahkan bisa lebih banyak daripada posisi misionaris. 

Ujung dari Mr P pun dapat mencapai atau lebih dekat dengan leher rahim lewat posisi seks yang satu ini. Sehingga, banyak yang percaya bahwa dengan posisi ini peluang keberhasilan dan terjadinya proses pembuahan pun akan semakin meningkat.

3. Spooning

Posisi bercinta dengan gaya spooning adalah dengan cara menghadap arah yang sama. Laki-laki memeluk pasangannya dari belakang, posisi panggul perempuan harus lebih rendah dari panggul laki-laki. Posisi ini menciptakan penetrasi dangkal, sehingga dalam melakukannya harus secara perlahan dan halus. 

Gaya spooning memungkinkan sentuhan fisik yang intens untuk melepaskan hormon endorfin.

4. Teratai

Posisi dengan gaya teratai mirip dengan misionaris, namun dilakukan sambil duduk berhadapan. Salah satu pasangan duduk dengan kaki disilangkan dengan longgar, sementara yang lain berada di atas dengan kaki melilit punggung pasangan. Yang perlu diingat ketika menggunakan posisi ini adalah kondisikan posisi senyaman mungkin karena pasangan akan menopang tubuh selama sesi bercinta.

5. Berdiri

Bercinta sambil berdiri juga paling disukai laki-laki. Kebanyakan mereka menganggap, posisi ini sempurna untuk membakar kalori karena dipastikan berkeringat meski tanpa banyak gerak. Posisi berdiri memungkinkan stimulasi G-spot dan eksplorasi maksimal ke klitoris. Posisi ini cukup banyak dipilih, karena dianggap paling fleksibel.

Apakah Posisi Seks Bisa Tentukan Jenis Kelamin Bayi?

Tidak ada hubungannya antara posisi seks tertentu dalam menentukan jenis kelamin bayi. Adapun berbagai variasi posisi seks dapat dilakukan dengan tujuan agar pasangan tidak bosan atau bisa juga bertujuan untuk memperbesar peluang kehamilan.

Posisi hubungan intim tertentu dipercaya bisa meningkatkan peluang kehamilan, sebab ada beberapa posisi khusus yang dapat membuat sperma lebih dekat ke rahim. Meskipun lagi-lagi, hal ini pun masih diperlukan penelitian lebih lanjutnya.

Dilansir dari parents, Jeffrey Steinberg, MD, direktur program pemilihan jenis kelamin di Fertility Institutes di Los Angeles menegaskan bahwa tidak ada posisi seks yang bisa memengaruhi jenis kelamin bayi.

Tidak sedikit yang percaya, bahwa melakukan hubungan dengan posisi misionaris saat pria berada di atas diyakini bisa meningkatkan peluang memiliki anak perempuan. Sementara untuk mendapatkan bayi laki-laki, banyak yang percaya bahwa hubungan intim harus dilakukan dengan posisi berdiri.

Selain persoalan posisi, Dr. Landrum Shettles, MD, pertama kali menerbitkan laporan pada tahun 1960-an tentang ciri khas sperma dengan X-bearing (bayi perempuan) dan Y-bearing (bayi laki-laki), menyarankan agar pasangan yang menginginkan anak laki-laki untuk berhubungan seks sedekat mungkin dengan masa ovulasi.

Karena, saat itulah cairan vagina dan serviks wanita cenderung paling basa, yakni suatu kondisi yang membuat pembuahan paling menguntungkan bagi sperma kromosom Y yang sehat untuk segera menembus sel telur. 

Namun, laporan ini kemudian dibantah sebuah penelitian yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine yang melaporkan bahwa tidak ada hubungan antara waktu hubungan seksual dan jenis kelamin bayi. Hal ini bisa berarti, bahwa tidak ada hal yang benar-benar menjamin untuk mendapatkan jenis kelamin bayi tertentu. 

Jika benar-benar bertekad untuk memiliki anak perempuan atau anak laki-laki, ada dua prosedur medis berteknologi tinggi yang melibatkan penyortiran sperma atau embrio yang lebih menjanjikan. Tapi, para ahli masih memperdebatkan hal tersebut, karena hal ini tidak sesuai dengan kode etik yang berlaku.

Jadi, posisi seks tentukan jenis kelamin bayi itu hanyalah mitos ya, Ma. Terlepas dari apa pun jenis kelaminnya, memiliki anak merupakan suatu anugerah luar biasa yang patut untuk kita syukuri ya. Bila kamu merasa informasi ini bermanfaat, yuk bantu sebarkan informasi ini agar para calon Mama dan calon Papa yang lain juga mengetahuinya.


Sumber : popmama.com /

[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Lifestyle

Honda Ingatkan 350 Mahasiswa UMRI Bahaya Berkendara saat Ngantuk

Senin, 21 September 2026 - 10:57:37 WIB

PEKANBARU - Sebanyak 350 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mendapat edukasi tentang .

Lifestyle

AHM Best Student 2026 Regional Riau Sukses Digelar

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:39:00 WIB

PEKANBARU - Ajang Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) 2026 tingkat Regional Riau sukses digela.

Lifestyle

346 Guru PJOK Lulus NPET 2026, Dorong Budaya Hidup Sehat di Sekolah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:03:52 WIB

Tantangan gaya hidup anak dan remaja Indonesia semakin kompleks. Pola makan yang belum seimbang, .

Lifestyle

Capella Honda Riau Bawa Pulang Tiga Gelar Nasional AHSRIC 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 13:08:39 WIB

PEKANBARU - Komitmen PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau dalam membangun budaya keselamatan b.

Lifestyle

Capella Honda Aceh Ikut Angkat Prestasi Nasional

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 12:53:00 WIB

PEKANBARU - Prestasi Capella Honda di panggung nasional tak hanya datang dari Riau. Regional Aceh.

Lifestyle

Sambut HUT RI, Capella Honda Riau Gelar Lomba Hias Gapura Berhadiah Puluhan Juta

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:39:50 WIB

PEKANBARU - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Capella Honda Riau menggel.

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Pemko Pekanbaru Dorong Anak Gemar Makan Ikan
27 September 2026
Bupati Bengkalis Ikut Cek Kesehatan Gratis, Dorong Pelajar Rutin Periksa
27 September 2026
IFG-Jamkrindo Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Budaya
27 September 2026
Hujan Abu Vulkanik Warnai Konser Kotak di Bukittinggi, Penonton Sempat Bingung
27 September 2026
Udara Pekanbaru Membaik, PM2.5 Turun ke Level Baik
26 September 2026
Tunggakan Hambat Pindah Sekolah, Pemko Pekanbaru Turun Tangan
26 September 2026
Museum BI, Jejak Panjang Sejarah Perdagangan dan Perbankan di Batavia
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Cek SDN 62 dan SDN 84, Revitalisasi Butuh Rp1,2 Miliar
25 September 2026
Gestur Julur Lidah Terekam saat Massa Hari Tani Sampaikan Aspirasi di Bengkulu
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Dorong Akses Kesehatan Naik Kelas
25 September 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 RSD Madani Tambah CT-Scan hingga Cathlab, Layanan KJSU Ditargetkan Beroperasi 2027
  • 2 Kabut Asap Memburuk, DLHK Tutup Tiga Ruang Terbuka Hijau Pekanbaru
  • 3 Rombongan Warga Ditodong di Trans Wamena-Nduga, Sopir Masih Ditahan
  • 4 ISPU Sangat Tidak Sehat, Besok Sekolah Pekanbaru Kembali PJJ
  • 5 ISPU 178,3, Sekolah di Pekanbaru Perlu Waspada
  • 6 Telkomsel Tak Spekulasi Soal Asal Nomor Pelaku Scam
  • 7 32 Wartawan Adu Biliar di Pekanbaru, Rebut Total Hadiah Rp20 Juta

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved