• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Edukasi
  • Olahraga
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • More
    • Otomotif
    • Daerah
    • Nasional
    • Politik
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Olahraga
  • Edukasi
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Edukasi

Museum BI, Jejak Panjang Sejarah Perdagangan dan Perbankan di Batavia

Redaksi

Jumat, 25 September 2026 | 19:56:52 WIB
Cetak
Museum BI, Jejak Panjang Sejarah Perdagangan dan Perbankan di Batavia
Museum Bank Indonesia

Jakarta - Dibalik kemegahan bangunan Museum Bank Indonesia (BI) tersimpan jejak panjang sejarah Jakarta, perdagangan Nusantara, hingga perkembangan sistem perbankan di Indonesia.

Edukasi Museum Bank Indonesia Paris menjelaskan, bangunan tersebut tidak dapat dilepaskan dari perjalanan Batavia yang sejak berabad-abad lalu berkembang sebagai salah satu pusat perdagangan penting di kawasan Asia Tenggara.

Batavia didatangi kapal-kapal dari berbagai wilayah, mulai dari Asia Tenggara, China, Jepang, hingga Portugis dan Inggris. Pada 1619, VOC menguasai Batavia dan menjadikannya pusat perdagangan VOC di Asia Tenggara.

Perkembangan ekonomi semakin pesat setelah sistem tanam paksa berakhir dan pemerintah kolonial menerapkan Undang-Undang Agraria. Masuknya modal swasta turut mendorong aktivitas ekonomi di Batavia yang saat itu menjadi ibu kota Hindia Belanda.

"Kebutuhan terhadap infrastruktur perbankan pun ikut meningkat," kata Paris dihadapan sejumlah Wartawan dari Riau, Kamis (24/9/2026).

Pada 1909, seorang arsitek bernama Eduard Cuypers ditunjuk merancang gedung perbankan baru untuk menggantikan bangunan sebelumnya. Pembangunan tahap pertama menghasilkan gedung dengan rancangan arsitektur yang menonjolkan kemegahan, sekaligus mengadopsi karakter arsitektur khas Hindia Belanda.

Lantai atas digunakan sebagai ruang utama pelayanan perbankan, sementara lantai dasar difungsikan sebagai ruang penyimpanan. Di dalamnya terdapat ruang penyimpanan harta dan berbagai fasilitas pendukung sistem perbankan pada masa itu.

Bangunan tersebut juga dilengkapi teknologi dan konstruksi yang tergolong maju pada zamannya. Penggunaan mesin dan teknologi bangunan menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas perbankan modern di Batavia.

Pembangunan kemudian berlanjut secara bertahap. Pada 1922, pembangunan tahap kedua dilakukan dengan penyesuaian rancangan bangunan. Tahapan berikutnya terus berlangsung hingga akhirnya kompleks bangunan mengalami pengembangan untuk menjawab kebutuhan ruang yang semakin besar.

Pada pertengahan 1930-an, rancangan pengembangan kembali dilakukan. Arsitek muda Thomas Karsten turut terlibat dalam pengembangan komposisi bangunan, termasuk usulan penambahan bagian depan untuk mengembalikan kesan simetris pada keseluruhan bangunan.

"Perjalanan gedung ini kemudian memasuki babak baru setelah Indonesia merdeka," jelasnya.

Bangunan yang sebelumnya menjadi bagian dari sistem perbankan kolonial beralih fungsi dalam perjalanan sejarah perbankan nasional.

Bank Indonesia kemudian berdiri sebagai bank sentral Indonesia, membawa gedung tersebut ke dalam babak baru sejarah ekonomi bangsa. Kini, bangunan itu tidak lagi sekadar menjadi peninggalan arsitektur masa Hindia Belanda. Gedung tersebut telah ditetapkan sebagai Museum Bank Indonesia.

Dibalik fasad dan kemegahan arsitekturnya, museum ini menyimpan cerita tentang perubahan Batavia menjadi pusat perdagangan, lahirnya sistem perbankan modern, masa kolonial, hingga perjalanan Indonesia membangun sistem keuangan nasional setelah kemerdekaan.

"Bangunan ini merupakan bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sekaligus jawaban atas pencarian arsitektur khas Hindia Belanda," kata Paris.


 Editor : Novri

[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Edukasi

Walikota Pekanbaru Dorong Akses Kesehatan Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 - 15:07:29 WIB

PEKANBARU - Walikota Pekanbaru mendorong akses layanan kesehatan di Kota Pekanbaru terus ditingka.

Edukasi

Dari Hadiah hingga Akun Diblokir, Begini Cara Penipu Jebak Korban

Jumat, 25 September 2026 - 14:30:00 WIB

Jakarta - Modus penipuan digital kini tidak selalu mengandalkan pembobolan sistem. Pelaku justru .

Edukasi

Capella Honda Beberkan Tips Aman Lawan Kantuk, Cegah Microsleep di Jalan

Jumat, 25 September 2026 - 12:44:00 WIB

Pekanbaru - Rasa kantuk yang datang tiba-tiba saat berkendara menjadi salah satu ancaman serius b.

Edukasi

Jam Antik Jadi Saksi Sejarah, Simbol Komoditas Hindia Belanda Terpahat di Museum BI

Jumat, 25 September 2026 - 08:40:00 WIB

Jakarta - Sebuah jam antik menjadi salah satu benda bersejarah yang menyimpan cerita panjang perj.

Edukasi

Ledakan Informasi Digital Tak Gantikan Peran Media Massa

Kamis, 24 September 2026 - 20:17:26 WIB

Jakarta - Ditengah derasnya arus informasi di media sosial, media massa dinilai tetap memiliki pe.

Edukasi

Museum Bank Indonesia Tak Sekadar Simpan Sejarah Mata Uang

Kamis, 24 September 2026 - 15:50:00 WIB

Jakarta - Museum Bank Indonesia tidak ingin sekadar menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersej.

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Museum BI, Jejak Panjang Sejarah Perdagangan dan Perbankan di Batavia
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Cek SDN 62 dan SDN 84, Revitalisasi Butuh Rp1,2 Miliar
25 September 2026
Gestur Julur Lidah Terekam saat Massa Hari Tani Sampaikan Aspirasi di Bengkulu
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Dorong Akses Kesehatan Naik Kelas
25 September 2026
Dari Hadiah hingga Akun Diblokir, Begini Cara Penipu Jebak Korban
25 September 2026
Capella Honda Beberkan Tips Aman Lawan Kantuk, Cegah Microsleep di Jalan
25 September 2026
Jalan RW 04 Cinta Raja Diaspal, Pemko Pekanbaru Bidik Penguatan UMKM
25 September 2026
Sosialisasi LKPM Dorong Investasi dan Kemudahan Berusaha di Pekanbaru
25 September 2026
Agung Nugroho Perketat Koordinasi Camat, Keluhan Warga Diminta Cepat Ditangani
25 September 2026
Jam Antik Jadi Saksi Sejarah, Simbol Komoditas Hindia Belanda Terpahat di Museum BI
25 September 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Kabut Asap Memburuk, DLHK Tutup Tiga Ruang Terbuka Hijau Pekanbaru
  • 2 Rombongan Warga Ditodong di Trans Wamena-Nduga, Sopir Masih Ditahan
  • 3 ISPU Sangat Tidak Sehat, Besok Sekolah Pekanbaru Kembali PJJ
  • 4 ISPU 178,3, Sekolah di Pekanbaru Perlu Waspada
  • 5 Telkomsel Tak Spekulasi Soal Asal Nomor Pelaku Scam
  • 6 32 Wartawan Adu Biliar di Pekanbaru, Rebut Total Hadiah Rp20 Juta
  • 7 Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 93,7 Mikrogram Permeter Kubik

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved