• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Edukasi
  • Olahraga
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • More
    • Otomotif
    • Daerah
    • Nasional
    • Politik
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Olahraga
  • Edukasi
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Tekno

Cegah Penipuan Digital, VIDA Hadirkan Solusi Autentikasi Wajah Berbasis AI

Redaksi

Jumat, 07 November 2025 | 15:12:36 WIB
Cetak
Cegah Penipuan Digital, VIDA Hadirkan Solusi Autentikasi Wajah Berbasis AI

VIDA, penyedia solusi identitas digital
dan pencegahan fraud berbasis AI terdepan di Indonesia, menegaskan perannya dalam memperkuat kepercayaan digital (digital trust) nasional melalui solusi inovatif autentikasi berbasis AI. Hal ini disampaikan di ajang Festival Ekonomi
Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE)
2025, diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).

Dalam sesi Casual Talk 2: “Digital Trust for a Resilient Economy”, Founder & Group CEO VIDA, Niki Luhur, menyampaikan bahwa ancaman digital ke depan bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga dimanfaatkan untuk memanipulasi orang, seperti melalui praktik phishing atau account takeover, yang pada akhirnya menimbulkan kerugian finansial berskala masif bagi konsumen.

“Teknologi deepfake kini sudah mencapai titik di mana sulit membedakan mana
yang asli dan mana yang palsu. Karena itu, lembaga seperti VIDA sebagai
Certificate Authority (CA) memegang peran penting untuk menjaga integritas
identitas digital dan memastikan data serta transaksi tidak bisa dipalsukan,” ujar Niki.

Niki juga mengungkap fenomena baru yang kini marak di dunia siber, yaitu
scan-as-a-service, jaringan penipu yang menyediakan akses ke jutaan akun
digital. Baru-baru ini terungkap device farm di Latvia yang melayani 15 ribu pelaku fraud dan mengakses 48 juta rekening digital. Hal ini menunjukkan bahwa para penipu kini beroperasi layaknya perusahaan, lengkap dengan infrastruktur, data sharing, dan kolaborasi.

Dengan meningkatnya ancaman keamanan digital secara global, Niki menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan digital nasional serta membangun ekosistem terintegrasi yang mampu menjaga keamanan informasi dari sumber yang tepercaya.

"Kita di sisi industri juga harus berkolaborasi dengan skala yang sama kuatnya, antara perbankan, fintech, asosiasi, dan penyedia keamanan digital, untuk memperkuat ketahanan ekosistem digital nasional," kata Niki.

Menurut VIDA Fraud Intelligence Report 2025, kasus deepfake fraud di Asia Pasifik melonjak 1.550%, sementara 97% bisnis di Indonesia menjadi target social
engineering. Sepanjang 2022–2024, kerugian sektor perbankan akibat penipuan digital mencapai lebih dari Rp2,5 triliun, sebagian besar karena lemahnya autentikasi konvensional seperti SMS OTP dan kata sandi. Fakta menunjukkan bahwa sistem keamanan lama tak lagi memadai menghadapi ancaman berbasis AI.

VIDA menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan FaceToken dan
PhoneToken, solusi autentikasi berbasis biometrik yang menggabungkan machine
learning dan enkripsi tingkattinggi. Teknologi ini memungkinkan verifikasi identitas tanpa kata sandi (passwordless) melalui deteksi wajah (liveness detection) dan perangkat pengguna terdaftar, sehingga transaksi digital berlangsung cepat, aman, dan tetap nyaman. Implementasinya di sektor keuangan terbukti menurunkan transaksitidak sah hingga 90%.

VIDA juga mengembangkan AI-native security framework yang menggabungkan kemampuan computer vision, fraud detection engine, dan analisis perangkat untuk mendeteksi pola serangan yang kompleks seperti injection attack dan virtual camera spoofin.

“Kami tidak hanya menganalisis foto. Kami harus memahami bagaimana serangan terjadi dari perangkat, aplikasi, hingga jaringan. Karena di lapangan, penipuan sering kali menggunakan reverse engineering tools dan virtual camera injection untuk menipu sistem biometrik,” ujar Niki.

Niki menambahkan bahwa FEKDI–IFSE bukan sekadar ajang inovasi, tetapi forum
kolaborasi untuk melindungi masa depan ekonomi digital nasional. Di era ketika
kepercayaan menjadi hal paling berharga, semua pihak punya tanggung jawab
bersama untuk mempertahankannya.

“Proses autentikasi seharusnya mudah, tapi sekuat enkripsi. Dengan FaceToken
dan PhoneToken, kami ingin keamanan digital terasa mudah bagi pengguna,
namun tetap tak bisa ditembus oleh penipu,” pungkas Niki.


Sumber : rls /

[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Tekno

Indosat Bangun AI Factory di Indonesia, Tahap Awal 200 Megawatt Mulai 2027

Jumat, 07 Agustus 2026 - 11:26:00 WIB

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menggandeng Ooredoo Group, NVIDIA, dan Nokia membangun infrastruk.

Tekno

Indosat, Adobe, dan Kemenekraf Kolaborasi Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis AI

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:50:45 WIB

Indonesia terus mengalami percepatan transformasi digital. Akses teknologi semakin luas dan kemam.

Tekno

London Business School Angkat SATSPAM Indosat sebagai Studi Kasus AI Anti-Penipuan Digital

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:08:25 WIB

Inisiatif perlindungan masyarakat dari penipuan dan spam digital, SATSPAM, yang dikembangkan oleh.

Tekno

Nokia dan Indosat Perluas Jaringan 5G, Siapkan Layanan Berbasis AI di Indonesia

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:30:25 WIB

Pekanbaru - Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) menjalin kerja sama untuk memodernisasi.

Tekno

Program IM3 Pasti Simpel Bikin Pelanggan Sumatra Pulang Bawa Motor Listrik

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:50:05 WIB

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 menggelar program “IM3 Pasti Sim.

Tekno

Musim Haji 2026, Indosat Dampingi Jamaah Sumatra Tetap Terhubung Sejak Embarkasi

Ahad, 10 Mei 2026 - 13:29:13 WIB

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) memperkuat dukungan bagi jamaah haji asal Sumatra me.

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Udara Pekanbaru Membaik, PM2.5 Turun ke Level Baik
26 September 2026
Tunggakan Hambat Pindah Sekolah, Pemko Pekanbaru Turun Tangan
26 September 2026
Museum BI, Jejak Panjang Sejarah Perdagangan dan Perbankan di Batavia
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Cek SDN 62 dan SDN 84, Revitalisasi Butuh Rp1,2 Miliar
25 September 2026
Gestur Julur Lidah Terekam saat Massa Hari Tani Sampaikan Aspirasi di Bengkulu
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Dorong Akses Kesehatan Naik Kelas
25 September 2026
Dari Hadiah hingga Akun Diblokir, Begini Cara Penipu Jebak Korban
25 September 2026
Capella Honda Beberkan Tips Aman Lawan Kantuk, Cegah Microsleep di Jalan
25 September 2026
Jalan RW 04 Cinta Raja Diaspal, Pemko Pekanbaru Bidik Penguatan UMKM
25 September 2026
Sosialisasi LKPM Dorong Investasi dan Kemudahan Berusaha di Pekanbaru
25 September 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Kabut Asap Memburuk, DLHK Tutup Tiga Ruang Terbuka Hijau Pekanbaru
  • 2 Rombongan Warga Ditodong di Trans Wamena-Nduga, Sopir Masih Ditahan
  • 3 ISPU Sangat Tidak Sehat, Besok Sekolah Pekanbaru Kembali PJJ
  • 4 ISPU 178,3, Sekolah di Pekanbaru Perlu Waspada
  • 5 Telkomsel Tak Spekulasi Soal Asal Nomor Pelaku Scam
  • 6 32 Wartawan Adu Biliar di Pekanbaru, Rebut Total Hadiah Rp20 Juta
  • 7 Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 93,7 Mikrogram Permeter Kubik

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved