PEKANBARU - Perekonomian Provinsi Riau tetap menunjukkan ketahanan pada Triwulan I 2026 ditengah berbagai tantangan ekonomi. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau mencatat ekonomi Riau tumbuh 4,89 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan inflasi yang tetap terkendali.
Kinerja tersebut ditopang oleh sejumlah faktor, di antaranya besarnya potensi sumber daya alam, bonus demografi, serta meningkatnya aktivitas transaksi digital di masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Panji Achmad menilai, Riau masih menjadi salah satu daerah yang berperan penting sebagai penopang perekonomian di Pulau Sumatra. Provinsi ini memiliki kekuatan pada sektor sumber daya alam, mulai dari minyak dan gas bumi (migas) hingga industri pulp and paper yang menjadi andalan ekspor dan penggerak ekonomi daerah.
"Pertumbuhan ekonomi yang tetap positif menunjukkan daya tahan ekonomi daerah di tengah dinamika global dan nasional," kata Panji, Selasa (28/7/2026).
Meski demikian, Panji mengingatkan masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan. Menurutnya, Riau masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sehingga diperlukan penguatan sektor pertanian, peningkatan produktivitas, serta sinergi antarlembaga untuk memperkuat pasokan pangan.
Dengan kombinasi potensi sumber daya alam, bonus demografi, dan akselerasi digitalisasi, ia optimistis ekonomi Riau memiliki peluang untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, selama tantangan di sektor pangan mampu diatasi melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.