Ingin Gampang Cari Pekerjaan dan Lolos CPNS, Perhatikan dan Tingkatkan Akreditasi Kampus
Ketika memilih jurusan kuliah, tak sedikit mahasiswa belum memperhatikan akreditasi kampus. Pilihan malah sering didasarkan karena gengsi nama universitas, impian pribadi, bahkan sekadar karena mengikuti keinginan orangtua.
Padahal, sangatlah penting memperhatikan akreditasi kampus, karena ini akan sangat memengaruhi masa depan kamu. Seperti diungkap oleh Prof. Akhmad Fauzy, Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, dalam Webinar SEVIMA, Selasa (05/10), dalam dunia perguruan tinggi, kualitas kampus dapat dilihat melalui akreditasi. Tanpa akreditasi yang baik, lulusan kampus tersebut akan lebih sulit mendapatkan pekerjaan maupun kesempatan lain.
Misalnya dalam CPNS, seleksi administrasi mensyaratkan kampus dan jurusan sudah harus terakreditasi. Beberapa beasiswa bahkan menetapkan akreditasi kampus harus dalam kualitas yang tertinggi, yaitu “A”, atau biasa disebut sebagai akreditasi unggul.
“Adanya kesempatan spesial untuk akreditasi yang unggul, dikarenakan akreditasi ini telah menjadi standar kualitas yang telah kita sepakati bersama di dunia pendidikan. Jadi, akreditasi ini memang layaknya wanita cantik, sangat diinginkan dunia pendidikan karena kualitasnya telah terbukti, dan memberikan rasa bangga bagi pemiliknya. Jadi, penting bagi perguruan tinggi dan mahasiswa untuk berlomba-lomba meraih akreditasi unggul,” ungkap Fauzy.
Dalam webinar yang dihadiri 60 Rektor dan lebih dari 2.000 civitas akademika “Komunitas SEVIMA”, Prof. Fauzy berbagi tips cara memilih kampus berakreditasi sebaik mungkin, sekaligus cara bagi civitas yang sudah terlanjur menjadi bagian di kampus tersebut untuk berperan dalam meningkatkan kualitas akreditasinya masing-masing.
1. Perbanyak Membaca Kebijakan Pendidikan Tinggi
Saat ini, akreditasi diatur dalam Peraturan BAN-PT No. 1 Tahun 2020, dengan peringkat antara lain: Unggul, Baik Sekali, Baik, dan Tidak Terakreditasi.
Setiap kampus dan jurusan dinilai berdasarkan instrumen-instrumen tertentu, diantaranya: Instrumen Suplemen Konversi (ISK), Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT 3.0), Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS 4.0), dan Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Peringkat Akreditasi (IPEPA).
Instrumen beserta penjelasan lengkap terkait akreditasi, telah dipaparkan secara terperinci dalam dokumen-dokumen pemerintah yang banyak tersedia di internet. Civitas akademika bisa mulai mempelajari kebijakan tersebut untuk menyesuaikan kualitas kampus yang diinginkannya.
“Jadi dengan membaca, kita bisa mengetahui secara detil apa yang perlu kita lakukan agar kampus bisa memperoleh akreditasi Unggul. Misalnya kampus dengan bidang tertentu, memerlukan fasilitas apa saja, memiliki dosen berapa, mahasiswa berapa, dan lain-lain. Terlihat kompleks, namun pada intinya, semakin baik kualitas kampus, maka semakin baik pula akreditasinya,” ungkap Fauzy.
2. Atur Strategi Agar Kualitas Kampusmu Makin Baik
Setelah mengetahui kriterianya, maka bisa mengidentifikasi apa keunggulan kampus, serta apa yang kurang sehingga harus di tingkatkan. Fauzy menambahkan bahwa cara meningkatkannya pun tidak bisa seragam, karena tiap kampus punya kondisi dan konteks yang berbeda.
Seluruh informasi terkait akreditasi, juga bisa ditemukan masyarakat melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Misalnya Jurusan Teknik Informatika di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), akreditasinya unggul, dosennya ada berapa, dan riwayat pendidikan serta jumlah publikasi para dosen.
Informasi ini bisa dimanfaatkan para calon mahasiswa untuk memilih kampus dan jurusan berkualitas terbaik sesuai dengan kemampuannya, sekaligus strategi bagi kampus untuk meningkatkan kualitasnya.
“Jadi setelah iqra (membaca), ya muhasabah (refleksi diri). Semua civitas kampus, tidak hanya dosen, harus benar-benar menyimak isi informasi akreditasi tersebut. Karena yang lebih tahu tentang apa yang harus ditingkatkan dan bagaimana caranya, adalah perguruan tinggi masing-masing. Selain itu, data di PDDIKTI perlu terus diisi dan dilengkapi, karena kalau kita berkualitas tapi data kita tidak terlaporkan, ya penilai akreditasi dan masyarakat tidak ada yang tahu,” lanjut Fauzy.
3. Kurangi Urusan Administrasi, Perbanyak Mengabdi ke Masyarakat
Akreditasi memanglah seperti sebuah ujian bagi kampus. Akan tetapi, yang dinilai dari akreditasi bukanlah kemampuan intelektual semata. Melainkan, bagaimana kualitas kampus tersebut dapat bermanfaat di tengah masyarakat
“Artinya, kita juga menilai, bagaimana kontribusi kampus kepada masyarakat dalam Tridharma Perguruan Tinggi. Jadi tidak hanya mempertimbangkan mahasiswa IPK nya berapa, tapi juga setelah lulus mereka bekerja dimana, bekerja jadi apa, dan bagaimana ide dan inovasi di kampus bisa berperan bagi masyarakat, itu semua dinilai,” lanjut Fauzy.
Agar mempermudah kepada masyarakat, Dr. Junaidi, M.Hum selaku Rektor Universitas Lancang Kuning dan ketua panitia kegiatan, memberikan contoh yang sederhana yaitu penggunaan teknologi terintegrasi berupa sistem akademik berbasis cloud (Siakadcloud) yang bisa didapatkan di internet.
Dengan sistem, Junaidi mencontohkan bahwa ketika dosen dan mahasiswa melakukan perkuliahan online lewat Zoom, maka kehadiran sekaligus nilainya dalam perkuliahan akan tercatat secara otomatis di rapor mahasiswa maupun di Pangkalan Data Pemerintah. Formulir-formulir penilaian akreditasi juga dapat dibuat secara otomatis berbasis aktivitas civitas akademika yang sudah dilakukan lewat sistem.
“Sehingga kami di Universitas Lancang Kuning, bisa fokus dengan aktivitas mengajar, aktivitas pengabdian kepada masyarakat karena administrasinya kita serahkan saja kepada sistem akademik berbasis cloud. Lagipula, kalau dosen dan mahasiswa masih sibuk nulis-nulis administrasi, dan ini memang biasa terjadi di Indonesia, kapan kita akan kerjanya untuk meningkatkan kualitas?” tegas Junaidi.
Nah, itulah beberapa cara untuk meningkatkan kualitas akreditasi kampus. Sekarang kamu paham, kan, kenapa memilih kampus yang berakreditasi bagus itu sangat penting.
Berita Lainnya +INDEKS
Honda Ingatkan 350 Mahasiswa UMRI Bahaya Berkendara saat Ngantuk
PEKANBARU - Sebanyak 350 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mendapat edukasi tentang .
AHM Best Student 2026 Regional Riau Sukses Digelar
PEKANBARU - Ajang Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) 2026 tingkat Regional Riau sukses digela.
346 Guru PJOK Lulus NPET 2026, Dorong Budaya Hidup Sehat di Sekolah
Tantangan gaya hidup anak dan remaja Indonesia semakin kompleks. Pola makan yang belum seimbang, .
Capella Honda Riau Bawa Pulang Tiga Gelar Nasional AHSRIC 2026
PEKANBARU - Komitmen PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau dalam membangun budaya keselamatan b.
Capella Honda Aceh Ikut Angkat Prestasi Nasional
PEKANBARU - Prestasi Capella Honda di panggung nasional tak hanya datang dari Riau. Regional Aceh.
Sambut HUT RI, Capella Honda Riau Gelar Lomba Hias Gapura Berhadiah Puluhan Juta
PEKANBARU - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Capella Honda Riau menggel.








