Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi adalah Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional
Jurnalpekan - Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SNPM) Universitas Riau (UNRI) ke-3, belum lama ini mengangkat tema “Pengembangan Inovasi dan Teknologi Melalui Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat untuk Kebangkitan Ekonomi Menuju Masyarakat Mandiri di Masa New Normal”.
Pada seminar yang dilakukan secara virtual tersebut, Dr Sandiaga Salahuddin Uno BBA MBA, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia memberikan apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNRI yang telah menyediakan wadah untuk sama-sama memberikan informasi dan wawasan untuk merumuskan strategi pemanfatan informasi dan teknologi tentunya bagi penanganan Covid-19 di Indonesia.
Menparekraf berharap LPPM UNRI terus mengembangkan usaha berbasis teknologi bernuansa kreatif. "Besar harapan saya, melalui seminar nasional ini kita dapat melahirkan strategi pengembangan inovasi dan teknologi, baik dari pembicara, peserta, maupun akademisi untuk memberikan ide menarik. Media sosial juga menjadi salah satu pilar dari pengembangan pemberdayaan masyarakat," kata Sandi.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada era new normal ini melakukan tiga langkah pemberdayaan masyarakat, yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. “Dapat dilihat bagaimana masyarakat saat ini bisa sejatinya menggunakan inovasi menggunakan teknologi yang terus dikembangkan untuk memajukan ekonomi kreatif dikalangan masyarakat. Masyarakat bisa mandiri karena masyarakat sendiri yang akan menjadi solusi,” ujarnya.
Menparekraf juga berpesan dalam berinovasi harus juga diikuti dengan adaptasi, yaitu dengan protokol kesehatan yang disebut CHSE Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan). Adaptasi ini harus kita lakukan agar masyarakat luas bisa berkembang menuju tingkat kolaborasi.
Kolaborasi adalah aspek ketiga pada strategi menghadapi krisis pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi yang melibatkan berbagai stakeholder, menghilangkan segala bentuk sekat-sekat dan segala bentuk pragmentasi yang berujung kompetisi yang tidak menghadirkan solusi. Kita harus kembali kejati diri bangsa kita, gotong royong yang dalam konsep kekinian disebut kolaborasi.
Berita Lainnya +INDEKS
Capella Honda Edukasi dan Layani Servis di 26 SMK se-Riau
PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda) Riau memperkuat sinergi dengan dunia pen.
Zahra Nur Habibni Juara AHM Best Student, Wakili Riau ke Tingkat Nasional
PEKANBARU - Zahra Nur Habibni dari SMKN 3 Mandau keluar sebagai juara pertama Astra Honda Motor B.
Mahasiswa FISIP Unri Olah Sampah Plastik Jadi Tong Sampah Ecobrick
PEKANBARU - Kepedulian terhadap persoalan sampah mendorong mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilm.
Capella Honda Perkuat Link and Match Pendidikan Vokasi di Riau
PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (CDN), Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau, memp.
Capella Honda Buka Pendaftaran AHMBS 2026, Pelajar Riau Diajak Ciptakan Inovasi Berdampak
PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda) selaku Main Dealer sepeda motor Honda wi.
Korlantas Polri Apresiasi Pembinaan Polisi Cilik di Riau
PEKANBARU - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau menggelar Lomba Polisi Cilik (Pocil) Ti.








