TPID Riau Sebar 65 Ribu Bibit Cabai
PEKANBARU - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menjaga terkendalinya inflasi di wilayah Riau. Kali ini, lewat peluncuran Gerakan Menanam Cabai di Pekarangan, fokus Bank Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
Gerakan Menanam Cabai di Pekarangan salah satu program utama TPID Riau dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang dicanangkan TPIP. Program ini secara umum merupakan salah satu upaya TPID Riau untuk meningkatkan produksi cabai di Riau, yang jika dilakukan sungguh-sungguh dapat sedikit mengurangi ketergantungan dari daerah lain.
Kepala BI Riau M Nur mengatakan, TPID Riau melalui kolaborasi antara Kanwil BI bersama Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) akan membagikan sebanyak total 65.000 bibit cabai ke masyarakat yang terbagi dalam golongan ASN, Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Petani dan kelompok masyarakat lain.
"Pada dasarnya program urban farming atau gerakan menanam cabai ditujukan untuk menggaungkan kembali upaya peningkatan produksi dalam provinsi agar semua elemen dapat dilibatkan karena sebelumnya program ini telah dijalankan oleh 200 KWT di Kota Pekanbaru," kata M Nur, belum lama ini.
Pembagian bibit cabai sebanyak 65.000 ini salah satu bentuk perayaan dan upaya bersama untuk memeriahkan Hari Jadi ke 65 Riau. Bersamaan kegiatan peluncuran ini juga, TPID Riau menggelar pasar murah sebagai bentuk konsistensi TPID dalam menjaga kestabilan harga pangan.
Sebagai informasi, pada Juli 2022 inflasi Riau tercatat sebesar 0,83 persen (mtm) atau secara tahunan inflasi 7,04 persen (yoy). Angka ini lebih tinggi dari target inflasi nasional sebesar 3+1 persen (yoy), dan Riau tercatat sebagai provinsi dengan angka inflasi tertinggi ke-4 di Indonesia pada Juli 2022.
Apabila ditelaah lebih dalam, tekanan inflasi pada Juli 2022 utamanya bersumber dari kenaikan harga komoditas bahan pangan yakni cabai merah, cabai hijau, cabai rawit, dan bawang merah. Kenaikan harga pangan ini disebabkan penurunan hasil panen di wilayah sentra produksi karena pengaruh anomali cuaca dan peningkatan biaya produksi karena mahalnya harga pupuk.
Berkurangnya supply komoditas aneka cabai yang disertai dengan masih tingginya permintaan akan cabai di Riau berdampak pada kenaikan harga cabai yang sangat tinggi. BI melalui aplikasi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat rata-rata harga cabai merah di Riau pada Juli 2022 mencapai Rp103 ribu per kg, dan rata-rata harga cabai rawit mencapai Rp90.700 per kg pada periode sama.
Harga tersebut merupakan harga yang tertinggi, setidaknya selama 3 tahun terakhir. Kondisi tersebut semakin mendorong TPID Riau untuk segera menyusun atau menyesuaikan formulasi kebijakan yang tepat untuk pengendalian inflasi, termasuk risiko inflasi komoditas cabai, agar kondisi ini tidak terulang lagi di masa datang.
Melalui program Gerakan Menanam Cabai di Pekarangan, TPID Riau berharap dapat membangun mindset masyarakat umum untuk mencoba bercocok tanam cabai dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Serta agar ASN, KWT dan kelompok masyarakat lain yang menerima bibit cabai dapat menjadi contoh yang baik bagi warga disekitarnya, bahwa ketergantungan rumah tangga akan komoditas cabai dapat sedikit berkurang dengan menanam sendiri dipekarangan.
Kemudian, harapan TPID RIau agar kebutuhan komoditas cabai yang tinggi di akhir tahun nanti dapat sedikit dipenuhi dari Gerakan Tanam Cabai ini. Upaya TPID Riau untuk mengendalikan inflasi cabai tidak berhenti pada program Gerakan Tanam Cabai ini.
Sebagai upaya pengendalian inflasi berkelanjutan, TPID Riau bersama KPw BI Riau juga sedang mempersiapkan implementasi program utama lainnya untuk pengendalian inflasi cabai. Program tersebut pemanfaatan peran BUMDes untuk Budidaya Cabai, yang rencananya akan diresmikan pada awal September 2022.
Berita Lainnya +INDEKS
Udara Pekanbaru Membaik, PM2.5 Turun ke Level Baik
PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru membaik pada Sabtu (26/9) pagi. Data Badan Meteorolo.
Walikota Pekanbaru Cek SDN 62 dan SDN 84, Revitalisasi Butuh Rp1,2 Miliar
PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho turun langsung mengecek kondisi SDN 62 dan SDN 84 Pe.
Jalan RW 04 Cinta Raja Diaspal, Pemko Pekanbaru Bidik Penguatan UMKM
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengaspal jalan di RW 04, Kelurahan Cinta Raja, Kec.
Sosialisasi LKPM Dorong Investasi dan Kemudahan Berusaha di Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendorong investasi yang masuk ke daerah tidak hany.
Agung Nugroho Perketat Koordinasi Camat, Keluhan Warga Diminta Cepat Ditangani
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperkuat koordinasi dengan para camat untuk mempe.
Agung Nugroho Tekankan Produk Hukum Daerah Harus Mudahkan Warga
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendorong masyarakat semakin memahami aturan dan pr.








