Ada Pustaka Digital Gratis di Taman Kaca Mayang Pekanbaru
PEKANBARU - Pojok Baca Digital (Pocadi) merupakan perpustakaan digital, yang berada di dalam area Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Kaca Mayang, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.
Bangunan mini dengan ornamen Melayu ini dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah sebagai upaya memperkecil kesenjangan akses literasi antar wilayah di Indonesia.
Diresmikan pada 5 Januari 2022 lalu, Pocadi menyediakan ribuan e-book yang diakses melalui aplikasi i-Pusnas. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan koleksi buku digital dengan mengunduh aplikasinya di Google Play Store.
Jika berkunjung ke pojok baca ini, pengunjung diperbolehkan menggunakan 3 unit komputer yang telh tersedia untuk mencari dan membaca berbagai koleksi buku di Posisi.
“Sejauh ini, keberadaan Pocadi di RTH Kaca Mayang cukup menarik perhatian pengunjung,” kata Ilham, seorang petugas Pocadi dilansir dari mcr, Sabtu (24/9/2022).
Dia mengungkapkan, perpustakaan digital ini buka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Pojok baca mini ini juga disulap senyaman mungkin untuk para pengunjung betah berlama-lama membaca buku. Seperti, ruangan yang bersih full AC dan sofa yang empuk.
“Jika yang datang pengunjung rombongan anak-anak, biasanya petugas perpustakaan akan menampilkan video edukasi pada layar LED yang tersedia,” jelas Ilham.
Bagi masyarakat yang ingin membaca buku di perpustakaan digital ini tidak sulit. Cukup dengan mengisi buku tamu yang telah disediakan di sebelah kanan pintu masuk.
“Khusus mahasiswa, fasilitas komputer yang disediakan tidak hanya untuk membaca e-book namun juga diperbolehkan mengakses internet, dengan syarat menunjukkan kartu tanda mahasiswa (KTM),” katanya.
“Komputer yang tersedia sebenarnya memang khusus untuk membaca buku. Kalau mahasiswa untuk cari bahan atau materi boleh akses ke jaringan internet,” kata Ilham.
Perpustakaan digital ini, biasanya akan ramai dikunjungi oleh keluarga bersama anak-anak mereka pada saat siang menjelang sore hari, termasuk di waktu weekend. Sementara jika hari Minggu, yang berkunjung rata-rata komunitas.
“Jadi di bagian luar, ada kegiatan semacam sosialisasi literasi dan menggambar gratis yang diadakan komunitas literasi," tambahnya.
Tak hanya buku digital, Pocadi juga menyediakan buku cetak yang dipajang dalam rak lemari dengan berbagai genre, buku yang dipajang akan dirolling dengan buku yang tersedia di perpustakaan pusat, sehingga bacaan akan terus beragam.
Menariknya, dalam pembangunan Pocadi ini menggunakan bahan baku material bangunan FABA (Fly ash dan bottom ash) yaitu limbah padat yang dihasilkan dari pembakaran batu bara yang kini dimanfaatkan untuk kegiatan infrastruktur, reklamasi dan pertanian.
Ilham mengatakan kendala yang dihadapi saat ini yaitu ruangan yang kecil, sedangkan pengunjung yang membaca buku fisik hanya boleh berada di dalam dan di teras samping bangunan, karen buku-buku fisik yang tersedia tidak dapat dipinjam untuk dibawa pulang.
Berita Lainnya +INDEKS
Pemerintah Pekanbaru Rencana Bangun Ruang Publik di Jalan Sudirman Ujung
PEKANBARU - Sempat mendapatkan penolakan oleh sejumlah orang, tim gabungan dari Satpol PP dan Din.
Aksi Cepat Tim Gabungan DLHK dan Satpol PP Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat
PEKANBARU - Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 Pekanbaru Aman bergerak cepat merespons laporan masyarakat.
Wakapolsek Minas Cek Kesiapan Lahan 1 Hektare untuk Penanaman Jagung
Siak - Dalam rangka mendukung kesiapan lahan pertanian dan memastikan kondisi lahan layak tanam, .
Pengawasan Hewan Kurban di Pekanbaru Diperketat
PEKANBARU - Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanak) Kota Pekanbaru mulai memperketat pengawasan .
Pemprov Riau Alokasikan Rp62 Miliar untuk 3.644 Mahasiswa
Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau mengalokasikan anggaran sebesar Rp62 miliar pada tahun angga.
Berangkat Haji Tanpa Khawatir, Komunikasi Lancar dengan Paket Terpercaya SimpelRoam IM3
Berangkat haji merupakan momen penting yang dinanti banyak jemaah Indonesia. Ditengah rangkaian i.








