DPD RI di Jambi Bahas Infrastruktur Batubara, Warga Aur Kenali Kecewa Belum Ada Keputusan
Polemik rencana pembangunan jalan khusus dan stockpile batubara PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) di kawasan Aur Kenali kembali mencuat. Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis (29/01/2026), belum juga memberi kepastian bagi warga yang selama ini menolak proyek tersebut.
Sekira 15 anggota BAP DPD RI hadir dalam pertemuan itu bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kota Jambi, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Kepala BPN Kota Jambi, Walhi Jambi, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, serta perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Barisan Perjuangan Rakyat.
Ketua BAP DPD RI Abdul Hakim mengatakan pihaknya telah memberikan sejumlah catatan kepada Gubernur Jambi agar persoalan pembangunan infrastruktur tersebut segera ditindaklanjuti. Ia menyebut investasi memang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, namun aspirasi masyarakat tetap harus menjadi perhatian utama.
“Tadi kita sudah dengar aspirasi masyarakat. Di satu sisi investasi bisa mempercepat pembangunan dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tapi masyarakat juga harus didengar,” ujarnya.
Abdul juga menyinggung adanya surat dari Wali Kota Jambi yang meminta gubernur meninjau ulang proyek PT SAS serta persoalan perizinan yang menurutnya masih perlu dilengkapi.
“Itu harus diselesaikan oleh Pak Gubernur, terkait izinnya dan sebagainya yang bisa dilengkapi, diperbaiki dan sebagainya,” katanya.
Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan pemerintah sebelumnya belum maksimal sehingga menimbulkan penolakan.
“Masyarakat menginginkan penyelesaian yang betul-betul komprehensif. Ada catatan lain soal perizinan dan sebagainya, kami segera komunikasikan di Jakarta,” jelas Abdul.
Anggota DPD RI asal Jambi, Sum Indra menyatakan pihaknya telah mendengar langsung masukan masyarakat dan akan mengupayakan komunikasi lanjutan dengan gubernur.
“Masukan-masukan dari masyarakat tadi sudah kita dengarkan dan insyaallah akan kita selesaikan. Nanti akan dikomunikasikan dengan Pak Gubernur,” ujarnya.
Sementara mewakili Gubernur Jambi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Johansyah menegaskan pemerintah daerah hanya membantu fasilitasi proses perizinan.
“Proses perizinan jalan khusus diserahkan kepada perusahaan. Kita hanya membantu fasilitasi izin AMDAL, IPKH dan izin kementerian,” singkatnya.
Meski rapat berlangsung cukup panjang, warga yang hadir mengaku belum puas. Erpen, warga RT 14 Kelurahan Aur Kenali menyebut forum tersebut belum menghasilkan keputusan konkret.
“Pertemuan tadi tidak menghasilkan apa-apa. Cuma rekomendasinya gubernur segera bertemu masyarakat. Dari September sampai sekarang sudah lima bulan belum ditemui-temui,” katanya.
Ia berharap pemerintah benar-benar menjadwalkan pertemuan resmi dengan warga. Erpen juga menyoroti pertanyaan relokasi yang kerap diarahkan kepada masyarakat.
“Kita sering ditanya pindah ke mana. Padahal pemerintah lebih tahu tata ruang. Warga tahunya cuma dipindah saja,” ujarnya. Meski demikian, ia menilai penyebutan wilayah Kemingking sebagai salah satu opsi relokasi masih relevan namun harus disertai kejelasan.
Hal senada disampaikan Domiri, warga Desa Mendalo Darat. Ia menilai pemerintah sejatinya telah mengetahui arah relokasi yang tepat.
“Sebenarnya pindah ke mana itu pemerintah tahu. RTRW nasional sampai provinsi ada. Kenapa tidak ditunjuk saja,” ucapnya.
Domiri juga menyoroti rencana pembangunan underpass dan jalur jalan yang dinilai terlalu dekat dengan permukiman warga serta persoalan pembebasan lahan yang belum tuntas.
“Dari Puri Masurai sampai ujung underpass depan PWSS itu jaraknya sangat mepet dengan rumah. Itu jelas mengganggu kenyamanan penduduk,” katanya.
Ketua Bidang Advokasi Walhi Jambi, Eko Wahyudi menegaskan masyarakat tidak menolak investasi, namun meminta kepentingan warga dan lingkungan tidak dikesampingkan.
“Masyarakat tidak menolak investasi, silakan berinvestasi. Tapi jangan menyampingkan kepentingan masyarakat. Jalan khusus ini beririsan langsung dengan rumah dan dapur warga,” tegasnya.
Ia juga mengungkap adanya laporan terhadap tiga pejuang lingkungan dari masyarakat Aur Kenali oleh oknum yang belum diketahui secara pasti.
“Harapan kami jangan sampai ada kriminalisasi masyarakat dan konflik horizontal. Mudah-mudahan laporan itu bisa dicabut,” pungkasnya.
Berita Lainnya +INDEKS
Polisi di Bengkalis Riau Bongkar Sindikat Perdagangan Manusia
Bengkalis - Kesunyian dini hari di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, mendadak pecah saat .
Pemerintah Pekanbaru Segel Hiburan Malam Paragon
Pemerintah kota (Pemko) Pekanbaru menyegel hiburan malam Paragon di Jalan Sultan Syarif Kasim. Wa.
Momen Langka, Tapir Berukuran Besar Muncul di Kawasan Tesso Nilo Pelalawan
Pekanbaru - Peristiwa langka terjadi di kawasan Flying Squad, yang berisi kawasan Taman Nasional .
Pekan Pertama Februari Ada Pasar Murah di Pekanbaru, Cek Jadwalnya
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pro.
Hak Jawab: Keluarga Bantah Tuduhan Selingkuh ASN Pemko Pekanbaru, Sudah Cerai Sejak Maret 2025
PEKANBARU - Pihak keluarga dari RR seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota (Pemko).
Berikut Nama Pejabat Eselon III dan IV yang Baru Dilantik Pemerintah Pekanbaru
PEKANBARU - Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar melantik 22 pejabat eselon III dan .







