• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Edukasi
  • Olahraga
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • More
    • Otomotif
    • Daerah
    • Nasional
    • Politik
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Olahraga
  • Edukasi
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Ekbis

Pupuk Indonesia Teken Dua MoU Strategis untuk Jamin Bahan Baku dan Percepat Transisi Energi di Industri

Redaksi

Sabtu, 19 Juli 2025 | 11:20:51 WIB
Cetak
Pupuk Indonesia Teken Dua MoU Strategis untuk Jamin Bahan Baku dan Percepat Transisi Energi di Industri

PT Pupuk Indonesia (Persero) menandatangani dua Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait rencana strategis penyediaan gas bumi dan pemanfaatan karbon dioksida (CO2) dengan dua anak usaha PT Energi Mega Persada (EMP) Tbk.

Penandatangan kedua Nota Kesepahaman ini menjadi langkah penting dalam menjamin ketersediaan bahan baku pupuk, sekaligus mempercepat transisi energi demi keberlanjutan industri pupuk nasional dalam mendukung ketahanan pangan.

"Melalui dua MoU strategis tersebut, Pupuk Indonesia tidak hanya memperkuat ketersediaan bahan baku namun juga menjadi enabler transisi energi bersih untuk mewujudkan swasembada pangan dan industri pupuk yang lebih tangguh, efisien dan berkelanjutan," kata Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi saat acara penandatangan kedua MoU di Jakarta, Kamis, (10/7/2025).

MoU pertama dilakukan oleh Pupuk Indonesia dengan EMP Gebang Limited, selaku Operator pada Wilayah Kerja Gebang. Melalui penandatanganan ini, Pupuk Indonesia dan EMP Gebang Limited akan melakukan kajian, evaluasi dan pertukaran informasi tentang peluang kerja sama pemanfaatan pasokan gas bumi dari Wilayah Kerja Gebang di Sumatera Utara. Dalam MoU tersebut, Pupuk Indonesia mengkaji kemungkinan pemanfaatan gas milik EMP Gebang dengan estimasi jumlah penyerahan harian sekitar 100 BBTUD.

Rahmad mengatakan Wilayah Kerja Gebang merupakan salah satu potensi pasokan gas domestik jangka panjang yang sangat relevan dan selaras untuk pengembangan atau revitalisasi pabrik pupuk di Sumatera Bagian Utara. Pasokan gas dari Wilayah Kerja Gerbang diharapkan dapat mendukung operasional dan rencana revitalisasi pabrik di PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

"Melalui nota kesepahaman ini, kami akan mendapat dukungan suplai gas dari salah satu blok milik EMP. Sehingga insya Allah dengan tambahan tersebut, kita bisa banyak melakukan di PIM, termasuk juga bisa merevitalisasi," kata Rahmad.

Rahmad menekankan bahwa ketersediaan gas sebagai bahan baku utama merupakan faktor krusial dalam memenuhi kebutuhan pupuk nasional. Dia menambahkan rencana revitalisasi pabrik milik PIM juga sangat bergantung pada kepastian suplai gas untuk menjaga keberlanjutan operasional, meningkatkan kapasitas produksi, sekaligus mendorong efisiensi.

"Untuk bisa melakukan revitalisasi pabrik, kita membutuhkan dukungan suplai gas jangka panjang," sebutnya.

Sementara itu, MoU kedua dilakukan oleh Pupuk Indonesia dengan PT Pema Global Energi (PGE), terkait pemanfaatan emisi karbon dioksida (CO2). Lewat Nota Kesepahaman ini, Pupuk Indonesia bersama Pema Global Energi akan menjajaki peluang kerja sama pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) di Wilayah Kerja PGE, terutama di Lapangan Gas Arun, Lhokseumawe, Aceh untuk produksi blue ammonia.

Rahmad mengatakan pemilihan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun sebagai lokasi pengembangan CCS dan CCUS lantaran wilayah tersebut memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Aceh. Dengan potensi tersebut, dirinya berharap Aceh menjadi pusat perdagangan clean ammonia dunia.

Terlebih saat ini, Pupuk Indonesia juga tengah menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Jepang untuk mengembangkan hybrid green ammonia di Aceh. Rahmad mengungkapkan bahwa pihaknya sedang dalam tahap negosiasi agar fasilitas ammonia bunkering yang semula direncanakan berada di Singapura dapat dipindahkan ke Aceh.

“Sehingga tidak hanya memproduksi clean ammonia, tetapi kita juga bisa menjadikan Aceh menjadi pusat perdagangan dunia. Kami mohon doa dan dukungannya,” kata dia.

Lebih jauh, Rahmad mengatakan penandatangan dua nota kesepahaman ini merupakan wujud nyata dukungan Pupuk Indonesia terhadap visi Asta Cita pemerintah dalam mencapai swasembada pangan dan membangun ekonomi hijau, sekaligus mengejar target Nol Emisi (NZE) 2060. Selain itu, proyek ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah operasional Pupuk Indonesia.

“Kami percaya, inisiatif ini tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan dan industri untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, namun juga akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global energi bersih,” tutup Rahmad. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama & CEO EMP, Syailendra S. Bakrie menyambut positif dimulainya penjajakan kerja sama pemanfaatan emisi CO2 dan penyediaan gas bumi dengan Pupuk Indonesia. Dia berharap melalui pengembangan fasilitas CCS dan CCUS dengan Pupuk Indonesia dapat mendukung rencana pemerintah mencapai target NZE 2060.

”Dengan pengembangan fasilitas CCS dan CCUS di Wilayah Kerja PGE ini, kami berharap untuk dapat mendukung rencana pemerintah mencapai target Net Zero Emission di tahun 2060. Pada kuartal pertama tahun ini, Wilayah Kerja PGE telah memproduksi sekitar 45 juta kaki kubik gas per hari dan 1.033 barel minyak per hari. Blok tersebut juga mengoperasikan cadangan terbukti & terukur sebesar 159 miliar kaki kubik gas dan 10,8 juta barel minyak,” kata Syailendra.

Wakil Direktur Utama & CFO EMP Edoardus Ardianto mengatakan, EMP Gebang Limited berkomitmen mendukung kebutuhan bahan baku industri pupuk dengan memastikan pasokan gas bagi Pupuk Indonesia. Ia menegaskan bahwa perusahaan akan mendorong percepatan produksi untuk menjawab kebutuhan gas yang krusial bagi Pupuk Indonesia.

”Dari diskusi sebelumnya kami mengerti bahwa Pupuk Indonesia membutuhkan sekitar 100 juta kaki kubik gas per harinya untuk pengoperasian pabrik-pabrik. Gebang diharapkan dapat memulai produksi gasnya sekitar 40 juta kaki kubik per hari di tahun 2027. Produksi gas tersebut diharapkan akan meningkat menjadi 100 juta kaki kubik gas per hari di tahun 2030. Pupuk Indonesia merupakan salah satu target market dari gas yang diproduksikan oleh Gebang di masa mendatang,” kata dia.


[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Ekbis

BATIQA Hotel Pekanbaru Tawarkan Paket Menginap Ditengah Kabut Asap

Rabu, 16 September 2026 - 19:03:49 WIB

PEKANBARU - Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan mendorong BATIQA Hotel Pekanbaru .

Ekbis

Lima Hari di Mal SKA, Honda AT Family Day Banjir Peminat

Selasa, 15 September 2026 - 20:34:56 WIB

PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda) menggelar Honda AT Family Day di Mal SKA.

Ekbis

Promo September Honda, Cicilan Vario Dipangkas Rp100 Ribu

Sabtu, 12 September 2026 - 15:58:41 WIB

PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) wilayah Riau menawarkan program promo pembelian se.

Ekbis

Telkomsel Tak Spekulasi Soal Asal Nomor Pelaku Scam

Jumat, 11 September 2026 - 11:49:00 WIB

PEKANBARU - Telkomsel menyatakan telah menerapkan sejumlah mekanisme untuk menjaga keamanan dan k.

Ekbis

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal

Ahad, 06 September 2026 - 09:03:22 WIB

PEKANBARU - PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda) Riau memperkuat kedekatan dengan konsume.

Ekbis

IFRA 2026 Dibuka, Potensi Waralaba Lokal Makin Besar

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:23:24 WIB

Pertumbuhan konsumsi domestik dan perdagangan mendorong peluang ekspansi sektor waralaba dan kemi.

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Udara Pekanbaru Membaik, PM2.5 Turun ke Level Baik
26 September 2026
Tunggakan Hambat Pindah Sekolah, Pemko Pekanbaru Turun Tangan
26 September 2026
Museum BI, Jejak Panjang Sejarah Perdagangan dan Perbankan di Batavia
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Cek SDN 62 dan SDN 84, Revitalisasi Butuh Rp1,2 Miliar
25 September 2026
Gestur Julur Lidah Terekam saat Massa Hari Tani Sampaikan Aspirasi di Bengkulu
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Dorong Akses Kesehatan Naik Kelas
25 September 2026
Dari Hadiah hingga Akun Diblokir, Begini Cara Penipu Jebak Korban
25 September 2026
Capella Honda Beberkan Tips Aman Lawan Kantuk, Cegah Microsleep di Jalan
25 September 2026
Jalan RW 04 Cinta Raja Diaspal, Pemko Pekanbaru Bidik Penguatan UMKM
25 September 2026
Sosialisasi LKPM Dorong Investasi dan Kemudahan Berusaha di Pekanbaru
25 September 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Kabut Asap Memburuk, DLHK Tutup Tiga Ruang Terbuka Hijau Pekanbaru
  • 2 Rombongan Warga Ditodong di Trans Wamena-Nduga, Sopir Masih Ditahan
  • 3 ISPU Sangat Tidak Sehat, Besok Sekolah Pekanbaru Kembali PJJ
  • 4 ISPU 178,3, Sekolah di Pekanbaru Perlu Waspada
  • 5 Telkomsel Tak Spekulasi Soal Asal Nomor Pelaku Scam
  • 6 32 Wartawan Adu Biliar di Pekanbaru, Rebut Total Hadiah Rp20 Juta
  • 7 Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 93,7 Mikrogram Permeter Kubik

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved