• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Edukasi
  • Olahraga
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • More
    • Otomotif
    • Daerah
    • Nasional
    • Politik
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Olahraga
  • Edukasi
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Edukasi

Ledakan Informasi Digital Tak Gantikan Peran Media Massa

Redaksi

Kamis, 24 September 2026 | 20:17:26 WIB
Cetak
Ledakan Informasi Digital Tak Gantikan Peran Media Massa
Angga Aliya Firdaus

Jakarta - Ditengah derasnya arus informasi di media sosial, media massa dinilai tetap memiliki peran penting dalam memastikan informasi yang beredar benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemateri dari Detik Angga Aliya Firdaus mengatakan, media massa memiliki mekanisme verifikasi yang menjadi pembeda dengan informasi yang beredar cepat di media sosial.

Menurut dia, media massa mungkin tidak selalu menjadi pihak pertama yang menyampaikan sebuah peristiwa. Namun, informasi yang dipublikasikan telah melalui proses pengecekan, termasuk memastikan lokasi dan fakta kejadian.

“Boleh kita telat lima atau sepuluh menit, tapi kita punya verifikasi," kata Angga, Kamis (24/9/2026).

Ia menjelaskan, ketika informasi di media sosial muncul lebih dahulu, masyarakat tetap akan mencari kepastian melalui media yang memiliki proses verifikasi.

Ketika sebuah informasi viral menyebut lokasi atau peristiwa tertentu, misalnya, media massa dapat melakukan pengecekan untuk memastikan apakah informasi tersebut benar-benar terjadi di lokasi yang disebutkan.

“Ketika orang baca, pasti dia akan nanya, benar enggak, ada lokasinya enggak. Ternyata itu bukan,” katanya.

Angga juga mengakui media sosial memiliki keunggulan dalam kecepatan penyebaran informasi. Bahkan, informasi dari masyarakat dapat menjadi bahan awal bagi media untuk dikembangkan menjadi pemberitaan, terutama ketika media tidak memiliki akses langsung ke seluruh lokasi peristiwa.

Namun, kecepatan tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Algoritma media sosial membuat informasi yang dianggap menarik atau viral lebih mudah mendapat perhatian, sementara informasi lain dapat dengan cepat tenggelam.

“Zaman sekarang bedanya adalah umurnya semakin pendek. Zaman dulu yang viral bisa bertahan sebulan, sekarang yang viral dua hari lalu sudah dibilang banyak,” sebutnya.


 Editor : Novri

[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Edukasi

Museum BI, Jejak Panjang Sejarah Perdagangan dan Perbankan di Batavia

Jumat, 25 September 2026 - 19:56:52 WIB

Jakarta - Dibalik kemegahan bangunan Museum Bank Indonesia (BI) tersimpan jejak panjang sejarah J.

Edukasi

Walikota Pekanbaru Dorong Akses Kesehatan Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 - 15:07:29 WIB

PEKANBARU - Walikota Pekanbaru mendorong akses layanan kesehatan di Kota Pekanbaru terus ditingka.

Edukasi

Dari Hadiah hingga Akun Diblokir, Begini Cara Penipu Jebak Korban

Jumat, 25 September 2026 - 14:30:00 WIB

Jakarta - Modus penipuan digital kini tidak selalu mengandalkan pembobolan sistem. Pelaku justru .

Edukasi

Capella Honda Beberkan Tips Aman Lawan Kantuk, Cegah Microsleep di Jalan

Jumat, 25 September 2026 - 12:44:00 WIB

Pekanbaru - Rasa kantuk yang datang tiba-tiba saat berkendara menjadi salah satu ancaman serius b.

Edukasi

Jam Antik Jadi Saksi Sejarah, Simbol Komoditas Hindia Belanda Terpahat di Museum BI

Jumat, 25 September 2026 - 08:40:00 WIB

Jakarta - Sebuah jam antik menjadi salah satu benda bersejarah yang menyimpan cerita panjang perj.

Edukasi

Museum Bank Indonesia Tak Sekadar Simpan Sejarah Mata Uang

Kamis, 24 September 2026 - 15:50:00 WIB

Jakarta - Museum Bank Indonesia tidak ingin sekadar menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersej.

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Museum BI, Jejak Panjang Sejarah Perdagangan dan Perbankan di Batavia
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Cek SDN 62 dan SDN 84, Revitalisasi Butuh Rp1,2 Miliar
25 September 2026
Gestur Julur Lidah Terekam saat Massa Hari Tani Sampaikan Aspirasi di Bengkulu
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Dorong Akses Kesehatan Naik Kelas
25 September 2026
Dari Hadiah hingga Akun Diblokir, Begini Cara Penipu Jebak Korban
25 September 2026
Capella Honda Beberkan Tips Aman Lawan Kantuk, Cegah Microsleep di Jalan
25 September 2026
Jalan RW 04 Cinta Raja Diaspal, Pemko Pekanbaru Bidik Penguatan UMKM
25 September 2026
Sosialisasi LKPM Dorong Investasi dan Kemudahan Berusaha di Pekanbaru
25 September 2026
Agung Nugroho Perketat Koordinasi Camat, Keluhan Warga Diminta Cepat Ditangani
25 September 2026
Jam Antik Jadi Saksi Sejarah, Simbol Komoditas Hindia Belanda Terpahat di Museum BI
25 September 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Kabut Asap Memburuk, DLHK Tutup Tiga Ruang Terbuka Hijau Pekanbaru
  • 2 Rombongan Warga Ditodong di Trans Wamena-Nduga, Sopir Masih Ditahan
  • 3 ISPU Sangat Tidak Sehat, Besok Sekolah Pekanbaru Kembali PJJ
  • 4 ISPU 178,3, Sekolah di Pekanbaru Perlu Waspada
  • 5 Telkomsel Tak Spekulasi Soal Asal Nomor Pelaku Scam
  • 6 32 Wartawan Adu Biliar di Pekanbaru, Rebut Total Hadiah Rp20 Juta
  • 7 Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 93,7 Mikrogram Permeter Kubik

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved