• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Edukasi
  • Olahraga
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • More
    • Otomotif
    • Daerah
    • Nasional
    • Politik
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Olahraga
  • Edukasi
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Edukasi

Jam Antik Jadi Saksi Sejarah, Simbol Komoditas Hindia Belanda Terpahat di Museum BI

Redaksi

Jumat, 25 September 2026 | 08:40:00 WIB
Cetak
Jam Antik Jadi Saksi Sejarah, Simbol Komoditas Hindia Belanda Terpahat di Museum BI
Jam Antik jadi saksi sejarah di Museum Bank Indonesia, Kamis (25/9/2026).

Jakarta - Sebuah jam antik menjadi salah satu benda bersejarah yang menyimpan cerita panjang perjalanan Gedung Museum Bank Indonesia (BI). Jam tersebut merupakan hadiah dari Ratu Belanda untuk memperingati 100 tahun berdirinya bangunan tersebut.

Peringatan itu ditandai dengan rentang tahun 1828-1928. Tahun 1828 merujuk pada awal berdirinya bangunan, sementara 1928 menjadi penanda satu abad keberadaannya.

Menurut Edukasi Museum Bank Indonesia Paris, pemberian jam tersebut menjadi bagian dari perayaan satu abad gedung yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah ekonomi dan perbankan di Indonesia.

Tak hanya jam antik, jejak sejarah juga terlihat pada bagian atas bangunan melalui kaca patri berwarna-warni. Ornamen tersebut memuat berbagai simbol tanaman dan hasil tambang yang pada masa Hindia Belanda menjadi komoditas penting.

Diantaranya terdapat simbol sawit, kopi, gula, dan cokelat. Sementara dari sektor pertambangan, terdapat gambaran minyak bumi dan batu bara.

Ragam ornamen itu menggambarkan komoditas yang memiliki nilai ekonomi besar pada masa tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kekayaan alam Hindia Belanda menjadi bagian dari denyut perdagangan dan perekonomian pada zamannya.

Dari ruang tersebut, perjalanan sejarah kemudian berlanjut menuju ruangan yang dahulu digunakan untuk aktivitas para pejabat dan pengelola perbankan.

Kisah benda-benda bersejarah itu menjadi bagian dari perjalanan Museum Bank Indonesia dalam merekam perkembangan ekonomi dan perbankan dari masa Hindia Belanda hingga Indonesia modern.


 Editor : Novri

[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Edukasi

Museum BI, Jejak Panjang Sejarah Perdagangan dan Perbankan di Batavia

Jumat, 25 September 2026 - 19:56:52 WIB

Jakarta - Dibalik kemegahan bangunan Museum Bank Indonesia (BI) tersimpan jejak panjang sejarah J.

Edukasi

Walikota Pekanbaru Dorong Akses Kesehatan Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 - 15:07:29 WIB

PEKANBARU - Walikota Pekanbaru mendorong akses layanan kesehatan di Kota Pekanbaru terus ditingka.

Edukasi

Dari Hadiah hingga Akun Diblokir, Begini Cara Penipu Jebak Korban

Jumat, 25 September 2026 - 14:30:00 WIB

Jakarta - Modus penipuan digital kini tidak selalu mengandalkan pembobolan sistem. Pelaku justru .

Edukasi

Capella Honda Beberkan Tips Aman Lawan Kantuk, Cegah Microsleep di Jalan

Jumat, 25 September 2026 - 12:44:00 WIB

Pekanbaru - Rasa kantuk yang datang tiba-tiba saat berkendara menjadi salah satu ancaman serius b.

Edukasi

Ledakan Informasi Digital Tak Gantikan Peran Media Massa

Kamis, 24 September 2026 - 20:17:26 WIB

Jakarta - Ditengah derasnya arus informasi di media sosial, media massa dinilai tetap memiliki pe.

Edukasi

Museum Bank Indonesia Tak Sekadar Simpan Sejarah Mata Uang

Kamis, 24 September 2026 - 15:50:00 WIB

Jakarta - Museum Bank Indonesia tidak ingin sekadar menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersej.

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Museum BI, Jejak Panjang Sejarah Perdagangan dan Perbankan di Batavia
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Cek SDN 62 dan SDN 84, Revitalisasi Butuh Rp1,2 Miliar
25 September 2026
Gestur Julur Lidah Terekam saat Massa Hari Tani Sampaikan Aspirasi di Bengkulu
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Dorong Akses Kesehatan Naik Kelas
25 September 2026
Dari Hadiah hingga Akun Diblokir, Begini Cara Penipu Jebak Korban
25 September 2026
Capella Honda Beberkan Tips Aman Lawan Kantuk, Cegah Microsleep di Jalan
25 September 2026
Jalan RW 04 Cinta Raja Diaspal, Pemko Pekanbaru Bidik Penguatan UMKM
25 September 2026
Sosialisasi LKPM Dorong Investasi dan Kemudahan Berusaha di Pekanbaru
25 September 2026
Agung Nugroho Perketat Koordinasi Camat, Keluhan Warga Diminta Cepat Ditangani
25 September 2026
Jam Antik Jadi Saksi Sejarah, Simbol Komoditas Hindia Belanda Terpahat di Museum BI
25 September 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Kabut Asap Memburuk, DLHK Tutup Tiga Ruang Terbuka Hijau Pekanbaru
  • 2 Rombongan Warga Ditodong di Trans Wamena-Nduga, Sopir Masih Ditahan
  • 3 ISPU Sangat Tidak Sehat, Besok Sekolah Pekanbaru Kembali PJJ
  • 4 ISPU 178,3, Sekolah di Pekanbaru Perlu Waspada
  • 5 Telkomsel Tak Spekulasi Soal Asal Nomor Pelaku Scam
  • 6 32 Wartawan Adu Biliar di Pekanbaru, Rebut Total Hadiah Rp20 Juta
  • 7 Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 93,7 Mikrogram Permeter Kubik

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved