• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Edukasi
  • Olahraga
  • Komoditas
  • Peristiwa
  • Organisasi
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Komunitas
  • More
    • Otomotif
    • Daerah
    • Nasional
    • Politik
    • Hukrim
    • Sosbud
    • Ekbis
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Video
    • Lifestyle
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sosbud
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Video
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Komunitas
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Organisasi
  • Peristiwa
  • Komoditas
  • Olahraga
  • Edukasi
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS


  • Home
  • Edukasi

Dari Hadiah hingga Akun Diblokir, Begini Cara Penipu Jebak Korban

Redaksi

Jumat, 25 September 2026 | 14:30:00 WIB
Cetak
Dari Hadiah hingga Akun Diblokir, Begini Cara Penipu Jebak Korban

Jakarta - Modus penipuan digital kini tidak selalu mengandalkan pembobolan sistem. Pelaku justru kerap menyasar sisi paling lemah dalam keamanan digital, kepercayaan dan kelengahan korban.

Deputi Direktur Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia One Yusril Fikar mengingatkan, masyarakat agar mewaspadai praktik social engineering atau rekayasa sosial.

Dalam modus ini, pelaku terlebih dahulu memancing korban dengan hadiah, paket, atau pemberitahuan akun diblokir. Setelah korban terpancing, pelaku menciptakan tekanan dan kepanikan agar korban bertindak tanpa berpikir panjang.

Tahap berikutnya, korban diarahkan melakukan tindakan tertentu, seperti mengklik tautan atau mengisi data pribadi. Informasi yang diberikan kemudian dapat disalahgunakan untuk mengambil alih akun atau melakukan transaksi tanpa sepengetahuan korban.

Pola tersebut dapat diringkas menjadi tiga tahapan yakni hook, pressure, action, yang pada akhirnya berujung pada kerugian korban.

“Dari hacking systems menjadi hacking trust, menjadi gambaran bagaimana modus penipuan berkembang. Pelaku tidak harus lebih dulu menembus sistem keamanan jika dapat membuat korban sendiri menyerahkan informasi yang dibutuhkan," kata One Yusril Fikar.

Karena itu lanjutnya, kewaspadaan menjadi lapisan perlindungan pertama. Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap pesan yang mendesak, tidak sembarangan mengeklik tautan, serta tidak memberikan data pribadi maupun informasi keamanan transaksi kepada pihak yang tidak terverifikasi.

Edukasi mengenai rekayasa sosial menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat literasi keuangan dan keamanan transaksi digital. "Bank Indonesia terus mendorong kolaborasi dalam pelindungan konsumen untuk menghadapi berbagai modus penipuan yang berkembang seiring pesatnya transaksi digital," jelasnya.


 Editor : Novri

[ Ikuti JurnalPekan.com ]


JurnalPekan.com

Berita Lainnya +INDEKS

Edukasi

Museum BI, Jejak Panjang Sejarah Perdagangan dan Perbankan di Batavia

Jumat, 25 September 2026 - 19:56:52 WIB

Jakarta - Dibalik kemegahan bangunan Museum Bank Indonesia (BI) tersimpan jejak panjang sejarah J.

Edukasi

Walikota Pekanbaru Dorong Akses Kesehatan Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 - 15:07:29 WIB

PEKANBARU - Walikota Pekanbaru mendorong akses layanan kesehatan di Kota Pekanbaru terus ditingka.

Edukasi

Capella Honda Beberkan Tips Aman Lawan Kantuk, Cegah Microsleep di Jalan

Jumat, 25 September 2026 - 12:44:00 WIB

Pekanbaru - Rasa kantuk yang datang tiba-tiba saat berkendara menjadi salah satu ancaman serius b.

Edukasi

Jam Antik Jadi Saksi Sejarah, Simbol Komoditas Hindia Belanda Terpahat di Museum BI

Jumat, 25 September 2026 - 08:40:00 WIB

Jakarta - Sebuah jam antik menjadi salah satu benda bersejarah yang menyimpan cerita panjang perj.

Edukasi

Ledakan Informasi Digital Tak Gantikan Peran Media Massa

Kamis, 24 September 2026 - 20:17:26 WIB

Jakarta - Ditengah derasnya arus informasi di media sosial, media massa dinilai tetap memiliki pe.

Edukasi

Museum Bank Indonesia Tak Sekadar Simpan Sejarah Mata Uang

Kamis, 24 September 2026 - 15:50:00 WIB

Jakarta - Museum Bank Indonesia tidak ingin sekadar menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersej.

tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Museum BI, Jejak Panjang Sejarah Perdagangan dan Perbankan di Batavia
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Cek SDN 62 dan SDN 84, Revitalisasi Butuh Rp1,2 Miliar
25 September 2026
Gestur Julur Lidah Terekam saat Massa Hari Tani Sampaikan Aspirasi di Bengkulu
25 September 2026
Walikota Pekanbaru Dorong Akses Kesehatan Naik Kelas
25 September 2026
Dari Hadiah hingga Akun Diblokir, Begini Cara Penipu Jebak Korban
25 September 2026
Capella Honda Beberkan Tips Aman Lawan Kantuk, Cegah Microsleep di Jalan
25 September 2026
Jalan RW 04 Cinta Raja Diaspal, Pemko Pekanbaru Bidik Penguatan UMKM
25 September 2026
Sosialisasi LKPM Dorong Investasi dan Kemudahan Berusaha di Pekanbaru
25 September 2026
Agung Nugroho Perketat Koordinasi Camat, Keluhan Warga Diminta Cepat Ditangani
25 September 2026
Jam Antik Jadi Saksi Sejarah, Simbol Komoditas Hindia Belanda Terpahat di Museum BI
25 September 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Kabut Asap Memburuk, DLHK Tutup Tiga Ruang Terbuka Hijau Pekanbaru
  • 2 Rombongan Warga Ditodong di Trans Wamena-Nduga, Sopir Masih Ditahan
  • 3 ISPU Sangat Tidak Sehat, Besok Sekolah Pekanbaru Kembali PJJ
  • 4 ISPU 178,3, Sekolah di Pekanbaru Perlu Waspada
  • 5 Telkomsel Tak Spekulasi Soal Asal Nomor Pelaku Scam
  • 6 32 Wartawan Adu Biliar di Pekanbaru, Rebut Total Hadiah Rp20 Juta
  • 7 Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 93,7 Mikrogram Permeter Kubik

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

JurnalPekan.com ©2020 | All Right Reserved