PEKANBARU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan perbedaan pandangan antara Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan Walikota Pekanbaru Agung Nugroho.
Dalam Rapat Paripurna DPRD Riau, Senin (22/6), SF Hariyanto menilai rendahnya realisasi retribusi daerah ikut dipengaruhi pelaksanaan MBG di sekolah.
Menurutnya, pemberian makan dan minum kepada siswa membuat aktivitas kantin sekolah menurun sehingga berdampak pada penerimaan retribusi.
“Banyak kantin tutup karena siswa sudah mendapat makan dan minum,” ujarnya.
Namun SF optimistis kondisi dapat membaik setelah muncul kebijakan yang kembali melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan MBG.
Pandangan berbeda disampaikan Walikota Pekanbaru Agung Nugroho dilansir dari riauonline.co.id, Selasa (23/6/2026).
Agung menilai MBG justru ikut menggerakkan ekonomi dan mendorong kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru.
Ia menyebut PAD meningkat dari sekitar Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun, dengan salah satu indikator naiknya penerimaan pajak makanan dan minuman hingga 32 persen pada triwulan pertama.
Menurut Agung, aktivitas kantin sekolah tetap berjalan karena siswa masih membeli makanan ringan dan kebutuhan lainnya.
Perbedaan pandangan ini menunjukkan dua sudut pandang terhadap dampak MBG: di tingkat provinsi dinilai menekan aktivitas kantin sekolah, sementara di tingkat kota dianggap menciptakan perputaran ekonomi baru dan mendorong penerimaan daerah.