PEKANBARU - Perekonomian Provinsi Riau tumbuh 4,75 persen pada triwulan II 2026. Meski melambat dibandingkan triwulan sebelumnya, pertumbuhan tersebut masih menempatkan Riau sebagai provinsi dengan ekonomi terbesar keenam di Indonesia dan kedua di luar Pulau Jawa.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Dr Panji Achmad mengatakan Riau memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional, didukung wilayah yang luas, akses perdagangan internasional, serta jumlah penduduk mencapai 6,9 juta jiwa.
“Lebih dari 66 persen penduduk Riau merupakan usia muda. Ini menjadi potensi besar bagi pengembangan ekonomi daerah,” kata Panji, Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, kontribusi Riau terhadap perekonomian nasional mencapai lebih dari 5,2 persen. Struktur ekonomi daerah ditopang sektor pertanian dan industri pengolahan.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah turut mendukung pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026.
Namun, perlambatan konsumsi rumah tangga dan produksi minyak dan gas bumi menjadi tantangan bagi perekonomian Riau.
Panji memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2026 masih positif, meski berpotensi melambat dibandingkan triwulan II.
Kinerja sektor pertanian dan ekspor diperkirakan menjadi penahan agar perlambatan ekonomi tidak semakin dalam.
“Dari sisi lapangan usaha, pertanian dan kinerja ekspor menjadi penahan perlambatan perekonomian yang lebih dalam,” ujarnya.
BI Riau terus mendorong penguatan sektor produktif dan diversifikasi ekonomi agar pertumbuhan tidak terlalu bergantung pada komoditas tertentu.
Dengan potensi sumber daya alam, bonus demografi, dan posisi strategis, Riau dinilai memiliki peluang memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.(nov)