Kanal

Inflasi Riau Terkendali, Cabai Masih Jadi Pekerjaan Rumah

PEKANBARU - Inflasi Provinsi Riau tercatat 0,23 persen secara bulanan pada Oktober 2026. Secara tahun kalender, inflasi mencapai 2,08 persen dan secara tahunan 3,09 persen.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau, Panji Achmad mengatakan angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus-minus 1 persen.

“Inflasi Riau masih relatif terkendali. Berdasarkan data Oktober, posisi kita masih dalam rentang sasaran pemerintah dan Bank Indonesia,” kata Panji, Rabu (4/11/2026).

Meski demikian, komoditas cabai masih menjadi salah satu penyumbang tekanan inflasi di Riau.

Pasokan cabai Riau sangat bergantung pada daerah lain, terutama Sumatera Barat dan Jambi. Ketergantungan tersebut membuat harga rentan terganggu ketika daerah pemasok mengalami bencana atau penurunan produksi.

Panji mencontohkan bencana di Sumatera Barat yang berdampak pada pasokan cabai merah ke Riau.

Gangguan tersebut turut mendorong kenaikan inflasi di sejumlah provinsi di Sumatera pada November dan Desember tahun sebelumnya.

“Masalah cabai masih menjadi tantangan bagi Riau, baik cabai merah, cabai rawit maupun cabai keriting,” ujarnya.

Untuk mengurangi risiko, BI bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terus memperkuat kerja sama pengendalian inflasi.

Upaya tersebut mencakup menjaga kelancaran distribusi, memperluas sumber pasokan, serta mendorong produksi dari daerah lain, termasuk Jambi.

Panji berharap stabilitas pasokan dapat terus dijaga sehingga inflasi Riau tetap terkendali dan daya beli masyarakat tidak tergerus.(nov)

Ikuti Terus JurnalPekan

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER