Novi, Bupati Nganjuk Terjaring OTT
JAKARTA - Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (10/5/2021).
Novi diduga terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi lelang jabatan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Nganjuk bersama sejumlah pihak lain.
Novi mulai menjabat sebagai Bupati Nganjuk sejak 2018 setelah memenangkan Pilkada Nganjuk 2018 bersama pasangannya, Marhaen Djumadi.
Kala itu, Novi-Marhaen yang diusung oleh dua partai politik yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) keluar sebagai pemenang setelah meraup 303.195 suara.
Ia mengalahkan, pasangan Siti Nurhayati-Bimantoro yang hanya memperoleh 194.310 suara dan pasangan Desy Natalia Widya-Ainul Yakin yang hanya mengumpulkan 56.515 suara.
Novi lahir di Nganjuk pada 2 April 1980. Sebelum menjabat sebagai Bupati Nganjuk, Novi berkarier sebagai seorang profesional dan pernah menduduki jabatan penting di sejumlah perusahaan.
Perusahaan itu antara lain Kepala Wilayah KSP Tunas Artha Mandiri Jatim, Direktur Utama Tunas Artha Mandiri, Presiden Direktur PT Putra Tunas Artha Mandiri Group, Direktur Utama PT Putra Tunas Artha Mandiri Group, Komisaris Utama PT BPR Tunas Artha Jaya Abadi, Komisaris Utama PT Putra Mandiri Real Estate, hingga Direktur Utama PT Putra Mandiri Jaya.
Sementara dalam berorganisasi, Novi tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Real Estate Indonesia Kediri periode 2010-2015, Sekretaris Perbarindo PBI Kediri periode 2011-2016, serta Bendahara Yapindo PBI Kediri periode 2011-2016.
Sejumlah informasi menyebutkan bahwa Novi merupakan kader PKB. Bahkan, Novi dikabarkan telah menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jatim periode 2021-2026.
Namun, Sekretaris Gerakan Sosial dan Kebencanaan DPP PKB, Luqman Hakim, membantah kabar itu. Ia meminta keberadaan Novi tidak dikait-kaitkan dengan PKB.
Luqman kemudian mengirimkan tautan video Youtube dari akun MADUTV NETWORK JAWATIMUR. Dalam video itu, Novi mengaku sebagai kader PDIP, bukan PKB.
Namun, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Syaiful Hidayat, membantah Novi merupakan kader PDIP. Menurutnya, sosok yang merupakan kader PDI Perjuangan ialah Marhaen yang menjabat sebagai wakil bupati Nganjuk.
Berita Lainnya +INDEKS
SBY Soroti Politik yang Kian Liar, Minta Prabowo Hidupkan Politik Berkeadaban
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti kondisi politik Indonesia yang dinilain.
Notifikasi Ancaman Serangan Udara Bikin Cemas, Penumpang SV816 Jeddah-Jakarta Akhirnya Tiba di Indonesia
Penumpang penerbangan SV816 rute Jeddah-Jakarta dibuat cemas setelah menerima notifikasi darurat .
Pelajar Aceh Raih Emas AHM Best Student 2026 Lewat Inovasi Deterjen Ramah Lingkungan
PEKANBARU - Inovasi deterjen berbahan alami mengantarkan Yazid Alfata, pelajar SMA Fatih Bilingua.
Pemerintah Bentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Fokus Beralih ke Ketahanan Keluarga
PEKANBARU - Pemerintah membentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) untuk memperkuat st.
Banjir Bandang Terjang Kabupaten Solok, 32 Warga Mengungsi
Banjir bandang menerjang kawasan Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus dan Nagari .
Rombongan Warga Ditodong di Trans Wamena-Nduga, Sopir Masih Ditahan
Rombongan masyarakat yang disebut bepergian bersama Tomi Gwijangge dilaporkan mengalami intimidas.








